<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262</id><updated>2011-12-04T19:48:43.281+07:00</updated><category term='Kelas PTIH'/><category term='Musim Dingin'/><category term='Tahun Ketiga'/><category term='Yusuke'/><category term='Musim Panas'/><category term='Term 5'/><category term='Surat'/><category term='Lapangan Quidditch'/><category term='Halaman Hogwarts'/><category term='Tahun Keempat'/><category term='1976-1977'/><category term='Owlery'/><category term='1975-1976'/><category term='Term 4'/><category term='Aula Besar'/><category term='Tahun Kedua'/><category term='Term 3'/><category term='Kelas Ramuan'/><category term='1980'/><category term='Mizuhime'/><category term='Term 2'/><category term='Meja Gryffindor'/><category term='Musim Gugur'/><category term='Tahun Pertama'/><title type='text'>goresan pena bulu</title><subtitle type='html'>Yusuke Sawada's Story Plot</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-5178590928107498766</id><published>2009-04-25T21:30:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T21:31:28.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yusuke'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1980'/><title type='text'>Summer Letters — Pt. 1.2 (Yusuke)</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Summer 1980 : 2 Weeks 4 Days After Graduation&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial rounded MT bold;"&gt;Kau tahu, aku sampai harus mengusap-usap mataku beberapa kali di balik kacamata hanya untuk sekedar memastikan bahwa apa yang kubaca dan kau tuliskan di surat tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta izin pada kakek nenekmu? &lt;em&gt;Si Haruhi itu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man, tak bisa kubayangkan seperti apa wajahnya! &lt;del&gt;Pasti sama datarnya&lt;/del&gt; Okelah, dengan kata lain, ini perjalanan pertama kalian berdua, eh? Hebat sekali! Rupanya kedua sahabatku ini telah beranjak dewasa lebih dulu. Biar kutebak : Haruhi ingin bertemu dengan kedua orangtuamu. Hanya itu yang terlintas di benakku ketika mendengar kabar kau ke Jepang bersamanya tanpa didampingi &lt;em&gt;yang lain&lt;/em&gt;. Dan bukankah kedua orangtuamu memang menetap disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, kirimi aku undangan jika sudah pasti. &lt;del&gt;Ah, ya, kau tahu apa maksudku dan aku jelas tahu apa maksudmu di surat sebelumnya&lt;/del&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bagaimana liburan kalian berdua? Menyenangkan? Kudengar Haruhi punya rumah disana, memangnya dia tidak tinggal di Kanada lagi? Oh, aku tak tahu alamatnya di Jepang. Aku sudah pernah berkunjung ke rumahmu, tapi untuk Haruhi—well, taruhan : kau pasti sudah kesana, bukan? Ke rumahnya di Jepang. Ceritakan padaku! Apakah ia sama &lt;em&gt;datarnya&lt;/em&gt; seperti di sekolah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bahkan lebih ramah? &lt;del&gt;Untuk yang ini, sepertinya Haruhi hanya ramah padamu&lt;/del&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha? Memangnya kita pernah berselisih? Kalau benar, berarti seratus persen itu adalah murni kesalahanku. Weuw, ternyata diriku yang dulu sebelum ini cukup menyebalkan, ya? Hingga membuat sahabatku sendiri &lt;em&gt;ngambek&lt;/em&gt; padaku. &lt;em&gt;Gomenasai, nee.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, aku memang masih belum ingat—tapi lupakanlah yang sudah lalu. Kau tahu, Mizu? Sebenarnya aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi padaku sekarang. Ingatan yang berhasil kubangkitkan hanyalah soal keluargaku. Ya, kakak-kakakku serta keponakan kecilku itu. Sisanya tidak. Aneh, bukan? Belum lagi rasa sakit di kepalaku selalu muncul tiap kali berusaha membangkitkan kepingan-kepingan yang hilang tersebut—tentangmu, tentang Haruhi, dan tentang Rei. Semuanya mengenai Hogwarts, entah mengapa begitu sulit untuk kembali tersusun di dalam bank memoriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Dr. McAnderson, mungkin hal tersebut dipacu oleh keinginan mendalamku untuk mengubur kenangan buruk di sekolah. Tapi aku sendiri malah lebih yakin dengan adanya campur tangan penyihir dalam kasusku. Tahu kan, aku pernah bercerita soal Jampi-Memori? Mengenai siapa yang memantraiku, masih misteri. Namun entah mengapa aku begitu yakin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kamisama&lt;/em&gt;. Jadi panjang lebar begini! Dan kertas suratku hanya sisa beberapa baris sekarang. Ckckck. Lupakan saja tulisanku yang sebelumnya jika tak mau menanggapi, oke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Rei. Yeah, rite—kau sudah orang keberapa yang bilang begitu, eh? &lt;em&gt;Kami&lt;/em&gt; cocok, katamu? Oh, well—no comment. Kau tahu apa artinya. Dan aku tidak melarangmu cemburu sebagai sahabat selama Haruhi tidak menganggap cemburumu itu dalam arti lain. Ingat bahwa kau punya pacar sekarang. &lt;del&gt;dan pria tidak suka diduakan oleh wanita&lt;/del&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AH! Ini dia yang ingin kukatakan padamu : sepertinya aku tidak jadi kesana. Kaori-neechan dan suaminya memutuskan untuk mulai menetap di London. Rumah mereka hanya berbeda dua blok dari rumah Seiji-san dan kau. Dekat, bukan? Dan Micchan tak akan kesepian lagi karena pamannya &lt;del&gt;yang keren ini&lt;/del&gt; akan selalu menemaninya tiap saat. Mungkin ke Jepang jika kami sedang berniat untuk liburan saja. Maaf sekali, ya! Padahal sudah terlanjur memberitahumu. Pikiran orang dewasa memang sulit ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal aku ingin ke Jepang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...ya sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong, kau daftar PPS tahun ini atau tidak? Aku memutuskan untuk ikut PPS tahun depan saja, soalnya kakak-kakakku yang cerewet itu memintaku cuti setahun dari kegiatan sekolah persihiran. Alasan yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, sudah dulu. Micchan mengancam akan merobek suratku jika tidak menemaninya mengejar Jembalang di halaman. Dasar balita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jya!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Yusuke Sawada&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;del&gt;Yang sedang berusaha menenangkan tangisan ala Banshee seorang Balita&lt;/del&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;P.S. : Karena tak jadi ke Jepang, tentu saja Rei dan ibunya juga sama. Dan Rei menuntutku untuk membantunya di dapur—membuat coklat. &lt;em&gt;Kamisama!&lt;/em&gt; (-_-)&lt;br /&gt;P.S. Part 2 : Oh, tenang. Micchan sudah jadi sahabat kental Jun.&lt;br /&gt;P.S. Part 3 : Tapi kurasa Jun lebih pantas disebut sebagai mainan-nya daripada sahabat.&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-5178590928107498766?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/5178590928107498766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=5178590928107498766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/5178590928107498766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/5178590928107498766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2009/04/summer-letters-pt-12-yusuke.html' title='Summer Letters — Pt. 1.2 (Yusuke)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-9139275937982180652</id><published>2009-04-25T21:28:00.001+07:00</published><updated>2009-04-25T21:30:26.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mizuhime'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1980'/><title type='text'>Summer Letters — Pt. 1.1 (Mizuhime)</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Summer 1980 : 2 Weeks After Graduation&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YUCCHAN! *peluk Yucchan lewat surat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Genki desu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anoooo... Gomen tidak bilang langsung padamu, Yucchan. So-soalnya, keesokkan paginya setelah Pesta Akhir Tahun Ajaran, aku tidak menemukan dirimu Yucchan. Di Kastil maupun di kereta. Dan setelah sampai di stasiun King's Cross, aku segera diajak oleh Haruhi untuk segera naik taxi untuk ke rumah nenek dan kakek Winterfield. Haruhi meminta ijin pada nenek dan kakekku untuk membatalkan liburan panjangku di London. Hahaha. Untung saja kau tidak melihat wajahku saat aku membalas suratmu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, kau pasti bisa merasakan jika seorang kekasih meminta ijin pada keluarga sang gadis untuk meminta sang gadis itu berlibur bersama. Kalau kau tahu, kau memang sahabat terbaikku yang aku miliki, Yucchan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sudahlah. Sekarang bagaimana kesehatanmu? Oh Rei-chan. Bagus dong kalau dia mau menemanimu untuk memulihkan ingatanmu. Kurasa, kau dengan dia, cocok. Walaupun........ Aku tetap cemburu &lt;u&gt;sebagai sahabat&lt;/u&gt;, garis bawahi itu dan kau sudah mengerti. Aduh, jadi teringat kita pernah berselisih kurang lebih satu tahun, Yucchan. Itu membuatku cukup muak—sangat muak ketika berselisih denganmu. Tentu saja muak pada diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu minggu ini? WAHHH. Kejutan. Aku tunggu loh Yucchan di Jepang. Apa mau aku jemput? di Bandara Narita, eh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titip salam buat Jun dan Rei yaaaaaa.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jya!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your lovely best friend,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mizuhime Winterfield&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;P.S: Kurasa Jun butuh teman agar nafsu makannya kembali xD&lt;br /&gt;P.S 2: Tidak ada salahnya kan kalau ibunya Rei-chan ikut bersamamu?&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-9139275937982180652?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/9139275937982180652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=9139275937982180652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/9139275937982180652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/9139275937982180652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2009/04/summer-letters-pt-11-mizuhime.html' title='Summer Letters — Pt. 1.1 (Mizuhime)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-6373577549751823090</id><published>2009-04-25T21:25:00.002+07:00</published><updated>2009-04-25T21:29:49.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yusuke'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1980'/><title type='text'>Summer Letters — Pt. 1.1 (Yusuke)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Summer 1980 : 2 Weeks After Graduation&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial rounded MT bold;"&gt;Yo, Sista!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Genki?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kau ke Jepang tak bilang-bilang padaku, eh? Ckckck. Pergi dengan Haruhi pula! Yeah, aku tahu kau begitu ingin berduaan dengan pacarmu itu, tapi setidaknya beritahu aku dulu bisa, kan? Padahal di otakku sudah terbayang beberapa rencana pemulihan ingatan dan riset di musim panas ini &lt;del&gt;sekaligus menanti hasil NEWT menyeramkan itu&lt;/del&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang? Hancur berantakan. Ternyata aku adalah orang terakhir yang tahu kalau kau pulang ke Jepang. Kau tak pernah memberitahuku sedikitpun mengenai ini. Poin minus untukmu, Mizuhime Winterfield! &lt;del&gt;Entah apa jadinya kalau ini kukatakan ini pada Haruhi, dia pasti membunuhku.&lt;/del&gt; Ya sudahlah, aku masih bisa minta bantuan pada Rei. Anak itu bersikeras ingin membantuku. &lt;del&gt;Padahal aku tak minta tolong padanya.&lt;/del&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, salah. Sepertinya kuralat kata-kata yang kutulis di paragraf kedua, karena aku mengubah rencanaku. Aku akan ke Jepang hari Sabtu minggu ini, dan kupastikan akan segera menghubungi kau (dan pacarmu si Haruhi) mengenai kedatanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jya nee!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Yusuke Sawada&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;del&gt;Mantan Prefek Gryffindor&lt;/del&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;P.S. : Rei ternyata ingin ikut juga. Argh, sial! Kuharap ia tidak membawa ibunya yang &lt;em&gt;lemot&lt;/em&gt; itu. (-__-) Beberapa hari yang lalu mereka berdua ke rumahku, omong-omong. Rumah Seiji-san, maksudku.&lt;br /&gt;P.S. Part 2 : Sengaja kukirim surat ini via pos muggle. Kasihan Jun jika kusuruh terbang ke Jepang, bisa-bisa ia makin kurus. Sekarang saja dia susah makan.&lt;br /&gt;P.S. Part 3 : &lt;em&gt;Kamisama&lt;/em&gt;, akan kukutuk si tukang pos jika suratku ini tak benar-benar sampai padamu!&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial rounded MT bold;"&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-6373577549751823090?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/6373577549751823090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=6373577549751823090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/6373577549751823090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/6373577549751823090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2009/04/summer-1980-2-weeks-after-graduation-yo.html' title='Summer Letters — Pt. 1.1 (Yusuke)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-228100954162310851</id><published>2008-09-01T02:57:00.003+07:00</published><updated>2009-04-23T23:14:28.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Halaman Hogwarts'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Keempat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 5'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Dingin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lapangan Quidditch'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1976-1977'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mizuhime'/><title type='text'>Listen to Me</title><content type='html'>Dua hari setelah Winter Ball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.plasapos.com/index.php?name=CPGNuCalendar&amp;amp;view=day&amp;amp;date=19761226"&gt;Tanggal 26 Desember 1976, hari Minggu&lt;/a&gt; pagi, salju masih terlihat menumpuk di luar Kastil Hogwarts. Sebagian binatang masih terlelap dalam Hibernasi-nya di habitat masing-masing. Sementara itu di dalam Kastil, bangunan berbatu kelam dan terlihat suram yang terletak di tepi Danau Hitam dimana di seberangnya terletak sebuah Desa Penyihir yang setiap tahun selalu dikunjungi oleh murid-murid—Hogsmeade—, para Penghuni Hogwarts beraktifitas seperti yang dilakukan biasanya pada hari-hari sebelum musim dingin dan Winter Ball. Beberapa Hantu Asrama tengah melayang rendah menakut-nakuti sebagian anak, penghuni lukisan sibuk membahas soal acara Winter Ball, dan sisanya tampak berkumpul di Aula Besar menikmati sarapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar Kastil Hogwarts, seorang remaja laki-laki tanggung bertopi baseball &lt;a href="http://cn1.kaboodle.com/hi/img/2/0/0/f3/5/AAAAAtyyC-sAAAAAAPNZJw.jpg"&gt;warna putih salju&lt;/a&gt; yang tertutup tudung &lt;a href="http://www.freshnessmag.com/v4/wp-content/uploads/2008/01/bountyhunter-thermal-parka-black.jpg"&gt;parka hitam&lt;/a&gt; sehingga kepalanya kini bisa dipastikan terlindungi dari udara dingin—berjalan menapaki salju putih yang ada sejauh perjalanannya. Setiap menapak, kakinya melosok ke bagian terdalam salju, membuat &lt;a href="http://www.peterglenn.com/pglenn/assets/product_images/AAF3L_THE__NORTH__FACE__INC.jpg"&gt;sepatu boots gunung hitam&lt;/a&gt; yang digunakannya meninggalkan jejak yang cukup jelas dan butuh beberapa waktu untuk menghilankannya. Terkadang langkahnya mengakibatkan kakinya terperosok terlalu dalam, membuat dirinya harus susah payah menarik kakinya keluar dari kurungan salju. Sesekali ia menghela nafas, dan sebuah kepulan embun uap tipis keluar dari mulutnya. Pagi ini udara terasa amat dingin, lebih dari biasanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengaruh Natal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah. Remaja laki-laki ini sendiri juga tidak tahu. Hanya saja, setiap pagi di musim dingin selalu sama udaranya. Hanya akan menghangat jika sudah mendekati musim semi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangannya yang berbalutkan &lt;a href="http://www.domeplus.com/images/Other/raiders_gloves.JPG"&gt;sarung tangan wol hitam&lt;/a&gt; hasil rajutan kakaknya yang dikirim seminggu lalu, terselip di dalam saku jaketnya yang posisinya ada di depan. Syal merah-emas khas Gryffindor terlihat dari balik jaketnya yang tidak ter-risleting sampai atas. Wajah khas Asia-nya (dan kata kebanyakan orang ber-kharisma) berhiaskan sebuah &lt;a href="http://www.abs-sunglasses.com/Shades/ProductImages/46/VPR_07_E_6AW_1O1_01.jpg"&gt;kacamata frame-hitam&lt;/a&gt; yang bertengger di hidung, karena pengaruh udara dingin seringkali benda dengan dua kaca itu berembun—membuatnya harus membersihkannya berkali-kali dengan syalnya. Matanya menatap lurus pada tujuannya sekarang. Lapangan Quidditch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutmu dia gila pagi-pagi begini datang ke Lapangan Quidditch?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Semua ini sudah ia pikirkan masak-masak bahkan sejak tadi malam, ketika dirinya mengetahui Hufflepuff akan mengadakan latihan rutin untuk pertandingannya minggu depan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hufflepuff versus Slytherin&lt;/span&gt;. Musang lawan Ular, dan Asrama Ular sering jadi pemenangnya. Remaja ini menyadari bahwa dirinya sama sekali tidak pernah hadir dalam Pertandingan Quidditch belakangan ini—jangan tanyakan alasannya kenapa. Terkadang karena ia bangun kesiangan, tergeletak tak berdaya di tempat tidur, atau bahkan sibuk mengurus Klub Fotografi-nya. Wajar saja dirinya tidak pernah dipanggil lagi untuk menjadi cadangan Tim Quidditch Gryffindor, mengingat tabiatnya yang cukup buruk. Yeah, tidak tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kesampingkan itu saat ini. Sekarang yang ada di pikirannya hanyalah untuk segera sampai di Lapangan Quidditch. Tinggal melewati jembatan dimana di bawahnya terdapat sungai yang membeku, remaja empat belas tahun ini akan segera tiba pada tempat tujuaannya. Dan disanalah ia akan menunggu sahabatnya. Melakukan yang seharusnya ia lakukan beberapa hari lebih cepat agar semuanya terasa lebih tenang dan damai—&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meminta maaf&lt;/span&gt;. Sangat sulit untuk meminta maaf pada seseorang yang sudah menjadi sahabatmu selama dua tahun dan kau bertetangga dengannya, hampir setiap hari bertemu dengannya di musim panas—apalagi dia perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apologize to a girl it's the most difficult thing he ever done. And it's about his best-friend—&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—yang mungkin tak akan pernah menganggapnya sahabat lagi. Menyedihkan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah terakhir berhasil membawanya ke tengah Lapangan Quidditch yang diselimuti salju tipis. Motif lapangan dan garis batasnya masih terlihat jelas walau tertutup salju, menandakan bahwa tempat ini sangat dilindungi untuk olahraga favorit para penyihir—Quidditch. Sebuah bangku kayu panjang terletak di bawah tribun Selatan, beberapa meter dari kantor Madam Hooch. Sahabatnya pasti akan melewati tempat ini saat latihan, meminta izin meminjam sapu dan Perlengkapan Quidditch. Dibersihkannya salju yang menempel di bangku itu, dan setelah memastikan semuanya bersih, remaja laki-laki itu duduk—tidak peduli dengan &lt;a href="http://www.global-b2b-network.com/direct/dbimage/50213873/Men_s_Jeans.jpg"&gt;celana jeans&lt;/a&gt; yang baru dicucikan Peri-Rumah kemarin—seraya mendongakkan kepalanya ke langit musim dingin yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang hanya tinggal menunggunya. Sang Kapten Quidditch Hufflepuff.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke Sawada, usia 14 tahun lebih 7 bulan—sekarang menanti Mizuhime Winterfield di tengah pagi yang dingin. Bahkan ia tidak sarapan hanya untuk hal ini—karena berusaha untuk tiba lebih dulu dari gadis itu. Semata-mata agar sahabatnya tidak kabur lagi seperti yang biasa dilakukannya jika mereka berdua bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BhG0PJy1d78/R_Fu8WnOY6I/AAAAAAAAAKw/_cVpN1oBPfs/s1600-h/hogwarts-map-cm.jpg"&gt;Hogwarts' Map&lt;/a&gt;, penampilan Yusu kurang lebih seperti &lt;a href="http://i34.tinypic.com/2jaytzp.jpg"&gt;ini&lt;/a&gt; ditambah Syal Gryffindor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-228100954162310851?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/228100954162310851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=228100954162310851' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/228100954162310851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/228100954162310851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/09/listen-to-me-apologize-to-her.html' title='Listen to Me'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-5850805064262769775</id><published>2008-08-14T02:08:00.005+07:00</published><updated>2009-04-25T21:46:44.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Keempat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 5'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelas PTIH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1976-1977'/><title type='text'>Kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, 1976-1977</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Not Drake, eh? Great&lt;/span&gt;. Jadi tak perlu lagi ia melihat tatapan-tatapan terpesona dari para gadis-gadis tiap kali Drake lewat koridor, Aula Besar, dan sebagainya. Tampaknya hanya Lulu yang tidak terpengaruh. Hanya gadis berponi itulah yang tidak mengeluarkan tatapan terpesona dan kagum akan Profesor Drake—entahlah, mungkin hanya di luarnya saja. Yusuke tak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana dengan Rei?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke melirik gadis Jepang yang duduk tak jauh darinya. Sudah beberapa hari ini Rei membuat dirinya melupakan Lulu—yang mungkin terdengar mustahil. Entahlah, semuanya masih membingungkan. Wanita dan cinta—kedua hal itu membuat Yusuke tidak bisa memikirkannya lagi lebih jauh. Otaknya tak sanggup. Anggaplah di usianya yang keempat belas tahun ini, ia sama sekali belum mengerti soal cinta dan tetek bengeknya. Wajar, bukan? Matanya melirik Rei dan Lulu--yang sedang mengobrol dengan Amakusa (sangat-sangat aneh mendapati Amakusa mau berbicara dengan Lulu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang&lt;/span&gt;Amakusa) secara bergantian, kemudian menghela nafas berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terjepit diantara dua cinta, eh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, mungkin tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bahkan empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Choudo sore o wasure nasai.. Jangan pikirkan soal itu sekarang! Fokus, Yucchan," gumam Yusuke pelan seraya menarik nafas dalam, berusaha untuk berkonsentrasi dengan pelajarannya kali ini. Dicelupkannya pena bulu abu-abunya ke dalam botol tinta dan mulai menulis. Tadi apa tugasnya? Efek tiga Kutukan Tak Termaafkan? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let's see..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kutukan Tak Termaafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;u&gt;Avada Kedavra&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; : Kutukan mati yang mematikan, disebabkan pancaran sinar hijau seketika dari tongkat sihir. Efeknya : korban tidak akan berdaya, nyawanya akan melayang dan direnggut seketika, terlepas dari tubuhnya, dan tak akan meninggalkan bekas luka fisik. Hampir sama dengan mencabut nyawa yang biasa dilakukan Dewa Kematian.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Avada Kedavra&lt;/i&gt;. Yusuke bergidik tiap kali melihat kata ini, pikirannya selalu melayang pada nenek Mizu yang mati mengenaskan di depan matanya--karena Kutukan yang satu ini. Segera diusirnya jauh-jauh pikiran tersebut, beralih pada pekerjaannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;2. &lt;u&gt;&lt;b&gt;Imperius&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt; : Efeknya mungkin hampir sama dengan efek hipnotis, karena korban akan bisa dikendalikan layaknya &lt;i&gt;marionette&lt;/i&gt;, boneka bertali di bawah perintah si perapal mantra, dan tentu saja mereka tidak bisa mengelak dari apa yang disuruh si perapal sedikitpun. Atau bahkan mengingat apa yang mereka lakukan, karena setelah Kutukan lenyap, korban tak akan pernah mampu mengingat perbuatannya. Mayat juga bisa dikendalikan dengan mantra ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;u&gt;&lt;b&gt;Cruciatus&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt; : Efek dari mantra Crucio. Layaknya ditusuk beribu jarum, dihantam palu, beton, besi ribuan kilo, setruman beribu-juta Volt di seluruh badan, Intinya, merasakan kesakitan dan penderitaan kesakitan tiada akhir. Biasanya berujung kematian karena banyak yang bisa selamat dari Kutukan ini.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Torehan terakhir di atas perkamen cokelatnya, Yusuke tersenyum puas. Cukup. Pena bulu abu-abunya ia biarkan bertengger di dalam botol tinta hitam, sementara dirinya menyisir rambutnya dengan jemari tangan. &lt;i&gt;Sudah makin panjang.&lt;/i&gt; Rasanya agak sedikit aneh tanpa topi--padahal sudah empat tahun berlalu dengan aturan seragam tanpa memakai topi di sekolah--atau setidaknya memakai topi kerucut di waktu sekolah. Yusuke tetap tidak terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemarinya menyisir rambutnya lagi, dari depan ke belakang, kemudian menempelkan kepalanya di atas meja. Apa berikutnya? Tidur? Menunggu aba-aba selanjutnya dari si guru pengganti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Entahlah. Tapi tidur kedengarannya ide bagus.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-5850805064262769775?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/5850805064262769775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=5850805064262769775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/5850805064262769775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/5850805064262769775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/08/kelas-pertahanan-terhadap-ilmu-hitam.html' title='Kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, 1976-1977'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-7313931793275129120</id><published>2008-07-17T22:38:00.006+07:00</published><updated>2008-07-18T00:03:52.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1975-1976'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelas PTIH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Ketiga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 4'/><title type='text'>Kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, 1975-1976</title><content type='html'>&lt;img src="http://209.85.62.26/style_images/1/spacer.gif" alt="" height="1" width="160" /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;!-- THE POST 10095355 --&gt;          Yusuke terkekeh kecil melihat isi perkamen Rie. Ya ampun, kenapa Hanako dan Hantu Leher Panjang ikut dimasukkan dalam kategori Dark Creatures? Ada-ada saja! Kalau perlu masukkan Zashiki Warashi, Hantu Bola Api, Hantu Payung Kaki dan Mata Satu, Itsumade, Namahage, Siluman Rubah, Kanedama, dan.. oke, itu semua jelas hantu dalam sejarah perhantuan Jepang, bukan Dark Creatures seperti yang diperintahkan oleh Profesor Soneta untuk pelajaran hari ini. Menyebutkan nama-nama Dark Creatures serta cara penanganannya, dan perkamen Rie isinya benar-benar melantur. Dan sekarang, anak perempuan sebangsa dengan Yusuke itu terlelap di mejanya, tidak takut akan ketahuan Profesor Soneta—si pengajar PTIH yang baru. Sudah jadi omongan para murid pengajar berambut kecokelatan itu, apalagi dengan namanya yang mencerminkan musikalitas. Well, tampaknya menarik jika beliau bernyanyi di depan kelas, kemudian membangunkan anak-anak yang tertidur.. itupun kalau suaranya merdu. Namun tampaknya suara merdu malah akan semakin membuat anak-anak melanjutkan tidurnya kembali—seperti lagu pengantar tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkamen cokelat di hadapan Yusuke masih kosong, pena bulu warna abu-abunya tercelup tak berdaya di dalam botol tinta hitam yang isinya masih penuh. Mata anak laki-laki berkulit gelap ini menyusuri huruf demi huruf apa yang tertulis di buku yang terbuka begitu saja dengan sekali lambaian sang pengajar PTIH. Well, Yusuke tidak bisa menyimpulkan apa-apa dulu sampai ia selesai membaca. Pikirannya terkonsentrasi penuh pada pembahasan &lt;i&gt;Boggart&lt;/i&gt;. Jadi makhluk satu ini, yang pernah membuat heboh Leaky Cauldron dua tahun lalu, termasuk Dark Creatures? Mulut Yusuke membentuk cengiran, teringat akan hebohnya Leaky Cauldron dan betapa paniknya para korban—dirinya sendiri serta beberapa teman-temannya, karena makhluk itu mengejar mereka masing-masing serta merubah wujudnya sesuai dengan pemikiran yang melihat. Ketakutan terbesar tepatnya, mulut Yusuke membentuk bulatan O karena baru tahu. Berarti ketakutan terbesarnya saat itu.. ibunya? Yeah, sang ibu dengan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fokus Yucchan,” gumam Yusuke pada dirinya sendiri. Lebih baik tak mengingat soal ibunya dulu. Nanti teringat mimpinya lagi. Ditelusurinya lagi deretan huruf, menemukan kata &lt;i&gt;Banshee&lt;/i&gt; kemudian. Ia mengernyit, Banshee inikah yang selalu ada dalam makian para seniornya? Well, Yusuke pernah mendengar beberapa makian seniornya yang berbunyi, ‘Demi Kuku Banshee,’ dan.. Banshee hampir menyerupai manusia. Lalu kenapa harus demi kuku makhluk satu ini? Apakah karena kuku dan jarinya panjang, hampir menyerupai lingkaran dan tajam di tiap ujungnya, kenapa tidak sekalian saja ‘Demi rambut Banshee yang tidak dikeramasi seumur hidupnya’? Lebih kreatif. Yusuke terkekeh kecil lagi, pikirannya sudah mulai asal saja. Diambilnya pena bulu yang tercelup di botol tintanya—penuh dengan tinta hitam dan menetes ke atas mejanya—siap menulis kesimpulan. Matanya telah selesai menelusuri soal Kappa. Hei, memangnya makhluk setengah bebek dan kura-kura ini termasuk Dark Creatures? Yusuke kira itu hanya ada dalam dongeng Jepang saja, ternyata masuk kategori makhluk sihir juga? Tak disangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://s53.photobucket.com/albums/g80/deva_or_sachan/?action=view&amp;amp;current=Esai-PTIH3rd1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 307px; height: 425px;" src="http://i53.photobucket.com/albums/g80/deva_or_sachan/Esai-PTIH3rd1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s53.photobucket.com/albums/g80/deva_or_sachan/?action=view&amp;amp;current=Esai-PTIH3rd12.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 309px; height: 424px;" src="http://i53.photobucket.com/albums/g80/deva_or_sachan/Esai-PTIH3rd12.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 100%;font-size:12;" &gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak. Masih ada beberapa makhluk lagi dan Yusuke belum membuat tugas satunya, pembahasan mengenai Vampir. Apakah lima makhluk saja cukup? Yusuke mengangkat bahunya, mengakhiri tugasnya yang pertama dan segera membuka lembaran halaman buku yang membahas soal Vampir. Tangannya memainkan pena bulu abu-abunya di atas perkamen cokelat kosong, untuk tugas pembahasan Vampir. Melelahkan juga lama-lama. Pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--QuoteEnd--&gt;&lt;!--QuoteEEnd--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-7313931793275129120?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://yucchan.blogspot.com/PTIH-3rd' title='Kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, 1975-1976'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/7313931793275129120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=7313931793275129120' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/7313931793275129120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/7313931793275129120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/07/yusuke-terkekeh-kecil-melihat-isi.html' title='Kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, 1975-1976'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-895300275292222830</id><published>2008-05-20T22:19:00.004+07:00</published><updated>2008-07-18T00:19:31.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aula Besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meja Gryffindor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974 (after Hospital Wing)</title><content type='html'>Yusuke kembali dari Ruang Penyembuhan, sakit perutnya mulai membaik. Sekarang ia bisa tersenyum senang, ia berjalan kembali menuju Aula Besar sambil bersiul-siul sedikit. Dibukanya pintu Aula dan masuk ke dalam, berjalan menuju Meja Gryffindor yang dihiasi umbul-umbul warna merah-kuning di langit-langitnya. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, karena meja itu sepertinya makin ramai saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Yusuke mulai mendekati meja asramanya, dilihatnya Marshall tengah berdiri, seperti hendak pergi. Ia berbicara sebentar dengan anak lelaki yang duduk di sebelahnya--kalau tak salah dengar Marshall memanggilnya "kak". Apakah anak itu murid tahun kedua? Sepertinya ya, karena saat seleksi Yusuke merasa tidak melihatnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke mencari-cari bangku yang kosong--karena bangku dekat Stan dan Selsia sudah terisi orang lain--entah siapa--, dan Yusuke menghampiri bangku kosong yang tidak jauh dari Stan. Ia segera duduk di bangku itu, dan melihat Marshall tengah menghampiri mereka dan berdiri di sebelah Stan. Mau apa anak ini? tanya Yusuke dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUAAAHHHH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menganga melihat apa yang terjadi. Marshall meludahkan apa yang ada di mulutnya ke muka Stan--yang dengan sukses berhasil di tameng piring oleh Stan--jika diperhatikan dengan seksama, yang diludahkan Marshall adalah kulit jeruk. Euh, menjijikkan, gumam Yusuke dalam hati. Gila, Marshall benar-benar berani sekali! Yusuke teringat kejadian bom kotoran di Leaky Cauldron, entah Marshall memang kurang kerjaan atau sangat berani melawan, Yusuke tak tahu. Dia saja tak tahu apa yang terjadi pada saat dia sedang tak ada di meja ini. Tampaknya ada perdebatan seru yang terlewatkan, secara Stan memang pendiam dan Marshall sebaliknya. Jika kedua orang ini bertemu? Wah, bisa heboh sekali rasanya, dan tampaknya itu yang terjadi barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya Stan tetap berlaku tenang atas perlakuan Marshall barusan, seolah tak terjadi apa-apa. Ia menurunkan piring yang digunakan sebagai tameng, dan mengambil piring lain yang masih bersih sambil berkata dengan tenang, "Lihat, kelakuanmu saja lebih menjijikan daripada hewan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ops, sangat menusuk sekali kata-katanya! gumam Yusuke. Ternyata Stan walaupun pendiam, dia mampu mengeluarkan kata-kata yang cukup pedas. Yusuke menahan tawa, rasanya lucu melihat apa yang terjadi pada Marshall dan Stan. Cukup seru karena dua-duanya seperti tak mau mengalah satu sama lain. Stan tetap saja tenang, bahkan melanjutkan acara makanya yang mungkin sedikit terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei! Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila? Kenapa kau melakukan hal menjijikkan itu? Tak pernah diajari sopan santun rupanya. Pertama di Leaky, sekarang di sini!" teriak seseorang pada Marshall, dan Yusuke menoleh. Rupanya suara Rei, dan ia tampak kesal dengan kelakuan Marshall barusan. Rei melanjutkan lagi, "Atau kau mau ku adukan ke Prefek atau kepala Asrama? Mau detensi rupanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detensi? Hukuman? Wow, hebat sekali jika Marshall menjadi anak tahun pertama yang pertama kali kena detensi, gumam Yusuke. Ia tertawa kecil, sepertinya detensi untuk Marshall bukan apa-apa, mengingat dia sedikit cuek dan tidak peduli. Akhirnya Yusuke membuka mulut menanggapi ucapan Rei, sedikit berbisik, "percuma Rei, sepertinya untuk Marshall detensi itu hal kecil," dan kemudian ia melanjutkan kata-katanya, kali ini memandangi Stan, dan memasang cengiran lebar, "bisa juga kau berkata seperti itu Stan!" Yusuke terkekeh, namun ditahannya karena berusaha agar tak didengar Marshall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Yusuke mengambil tempura yang nampak di depannya--terlihat lezat sekali--kemudian memakannya. Ia jadi rindu akan Jepang, padahal baru beberapa hari meninggalkannya. Yusuke masih mengunyah sushi-nya, lalu menolehkan kepalanya pada Marshall sambil memasang cengiran--yang terlihat aneh karena mulutnya sedang penuh makanan dan ekor udang tempura menyembul dari mulutnya--lalu membentuk tanda "V" dengan dua jari tangannya, sebagai tanda kalau ia tak ikut campur dengan urusan Marshall dan Stan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada yang memanggil Yusuke dari belakang ketika ia sedang lahap makan, "Yusuke!!"&lt;br /&gt;Reflek Yusuke menoleh, ternyata Haruhi yang memanggilnya. Yusuke tersenyum padanya tapi mulutnya masih penuh dengan makanan. Ia mengangguk pada Haruhi, seolah mengatakan "aku-bai-baik-saja"."Apa kabar? kamu kesulitan yah! sudah makan? ini, aku tidak sengaja memungut obat ini, milikmu yah?" Haruhi menyodorkan sesuatu pada Yusuke, dan Yusuke terbelalak melihatnya. Obat maag?! Ya ampun, ternyata benar miliknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menepuk kepalanya, mulutnya masih penuh makanan. Pasti terjatuh di Hogwarts Express tadi!! jerit Yusuke dalam hati. Ia menelan makanannya, lalu berkata pada Haruhi, "hei! Benar, ini obatku! Kau temukan dimana? Wah, sayang sekali aku sudah merasa cukup baikan," Yusuke mengambil obat yang ada di tagan Haruhi, "tapi aku yakin pasti maagku akan kambuh lagi. Menyebalkan. Arigato Haruhi-kun!" Yusuke memasang cengiran lebar pada Haruhi. Ternyata anak ini tak seburuk yang kukira, dan memang sifatnya sangat sulit ditebak, gumam Yusuke dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke kembali melanjutkan makannya, tapi ia menawarkan pada Haruhi, "kau sudah makan?" dan mulutnya kini penuh dengan makanan. Dalam hati ia ingin mengajak Haruhi duduk disini, tapi ia berniat mengurungkannya. Yusuke baru ingat kalau temannya yang satu ini adalah Slytherin, dan Yusuke adalah Gryffindor. Apakah tak apa-apa jika seorang Slytherin duduk di Meja Gryffindor? Selama ini kedua asrama itu memang tak pernah akur katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cuek, dan berpikir baginya tidak masalah, Yusuke menepuk bangkunya, mengisyaratkan Haruhi untuk duduk di sebelahnya yang masih kosong, "mau bergabung?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-895300275292222830?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://yucchan.blogspot.com/PATA-73-4' title='Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974 (after Hospital Wing)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/895300275292222830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=895300275292222830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/895300275292222830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/895300275292222830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/05/pesta-awal-tahun-ajaran-19731974-after.html' title='Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974 (after Hospital Wing)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-7350065643301426221</id><published>2008-05-20T22:14:00.000+07:00</published><updated>2008-05-20T22:17:48.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aula Besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meja Gryffindor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974 (part 3)</title><content type='html'>Yusuke memegangi perutnya, masih kesakitan. Ia memandangi hidangan yang menghiasi piringnya, tak mampu meraih karena makin parah saja sakitnya ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada yang menyorongkan sebungkus makanan tepat di depan matanya. "Mau?" kata si pemilik bungkusan itu, rupanya dia menawarkan apa yang dimilikinya pada Yusuke. Ia mendongak, melihat wajah si pemilik dalah anak-perempuan yang dikenalnya--Selsia. Yusuke melirik isi bungkusan, seperti keripik.. mungkin? Yusuke memandangi isinya, warnanya kemerah-merahan dan sepertinya pedas. Pedas? Maag? Kurasa ini tak baik sebagai pembuka.. tapi.., Yusuke meinmbang-nimbang, dan memutuskan untuk mengambilnya sedikit saja. Setidaknya ia harus makan sesuatu. Tangannya masuk ke dalam bungkusan dan mengambil dua buah. Ia tersenyum pada Selsia, tapi senyuman meringis karena sambil menahan sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, Selsia..," ujar Yusuke, kemudian memasukkan keripik itu ke dalam mulutnya perlahan. Dikunyahnya perlahan--ternyata rasanya cukup enak--dan di sampingnya ada suara anak lelaki yang dikenalnya menyapa, "Ah, Yusuke! Tak disangka masuk sini, eh?" Yusuke menoleh, rupanya suara Stanley dan anak itu duduk di sebelahnya. Dan kemudian tiba-tiba banyak Phil, Stanley, Lorainne, bahkan seorang anak perempuan--sepertinya tahun kedua--berambut hitam gelombang yang duduk tak jauh darinya, menawarkan diri untuk menyuapi Yusuke. Mereka sadar kalau Yusuke sedang tidak dalam keadaan fit. Phil dan Stan menanyakan keadaaannya, begitu pula dengan Lorainne. Yusuke hanya menggeleng lemah, dan ia sedikit kaget dengan apa yang diucapkan anak perempuan berambut hitam gelombang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuapi? Oh tentu tidak, seperti anak kecil saja, gumam Yusuke sambil memutar bola matanya. Ia tersenyum pada anak perempuan itu, “terima kasih, tapi rasanya tak perlu..” saat berkata seperti itu perut Yusuke semakin sakit saja. Tak tertahankan lagi! Ternyata keripik tadi tak terlalu berpengaruh untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat-cepat ia berdiri, rasanya ia perlu ke ruang kesehatan. Yusuke keluar dari bangkunya, sekilas ia melihat Stanley juga keluar dari bangkunya, kelihatan panic, kemudian menggendong seorang anak perempuan.. Vionna?! Ternyata ia tergeletak di lantai, sepertinya pingsan, dan cepat-cepat Stan membopongnya, berlari keluar. Sepertinya akan dibawa ke ruang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kebetulan sekali! gumam Yusuke. Ia berlari mengikuti Stan yang membopong Viona, dibantu anak perempuan yang tadi menawarkan suapan pada Yusuke. Tampang mereka tampak panic dengan keadaan Vionna yang tak sadarkan diri. Yusuke masih memegangi perutnya, sakit sekali, sebelum mengikuti Stan dan anak perempuan itu ia pamit pada Selsia, Lorainne dan Phil, “maaf, tampaknya sakitku benar-benar tak tertahankan lagi.ugh..aku ke ruang kesehatan dulu yah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Yusuke mengikuti mereka sambil berjalan pelan, berlari membuat perutnya jadi semakin sakit saja. Seandainya obat maagnya ada, pasti tak akan seperti ini, sesalnya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke terus berjalan, mengikuti Stan keluar dari Aula Besar, masih meringis kesakitan dan memegangi perutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-7350065643301426221?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/7350065643301426221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=7350065643301426221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/7350065643301426221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/7350065643301426221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/05/pesta-awal-tahun-ajaran-19731974-part-3.html' title='Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974 (part 3)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-2290064991070482084</id><published>2008-05-20T22:13:00.000+07:00</published><updated>2008-05-20T22:14:16.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aula Besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meja Gryffindor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974 (part 2)</title><content type='html'>Yusuke masih meringis kesakitan, kepalanya menunduk dan menempel pada meja di depannya. Ia masih meringis, sakitnya benar-benar tak tertahankan, dan ia juga baru ingat kalau di perjalanan menuju Hogwarts hanya makan permen yang dibawanya.. sungguh ceroboh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara dentingan lagi, Yusuke menoleh dan melihat si pria tua berjengot putih panjang dan berkacamata berdiri dan menyampaikan pidato sambutannya. Ternyata dialah sang kepala sekolah--penyihir terhebat yang bernama Albus Dumbledore--seperti yang dikatakan dalam surat dari Hogwarts yang diterimanya dan yang dikatakan Seiji. Itukah penyihir terhebat? tanya Yusuke dalam hati. Berikutnya Profesor Dumbledore pun menyampaikan sambutannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anak, kuucapkan selamat datang di Hogwarts, tempat dimana kalian akan menghabiskan tujuh tahun kedepan dari masa akademis kalian," sapanya sambil merentangkan tangan, suaranya bergema di seluruh aula. "Aku, kepala sekolah kalian, dan semua staff disini menyambut kalian dengan gembira. Kulihat Mr Filch dengan suka cita memolesi rantai-rantai diruangannya demi menyambut para murid baru." Mendengar itu Yusuke menganga, apa maksudnya rantai-rantai?! tanyanya dalam hati. Detensi? Hukuman? atau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku takkan berceloteh panjang lebar lagi, sayang sekali sebenarnya karena tadinya aku ingin menyanyikan lagu tandingan yang tak kalah centil dari lagu Topi Seleksi tahun ini."Kamisama, apakah Profesor Dumbledore serius ingin bernyanyi menyaingi si Topi Seleksi?! Tak terbayangkan jika benar-benar terjadi, pikir Yusuke sambil tertawa kecil, tapi kemudian kembali meringis karena sakit perutnya, dan ia menundukkan kepalanya lagi. Suara Profesor Dumbledore masih terdengar, ia melanjutkan sambutannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedikit kuperingatkan hutan di samping sekolah sangat terlarang untuk dimasuki anak-anak. Bolehlah kalau kalian mencoba masuk sedikit, tapi kujamin akan ada hadiah manis menanti kalian. Lalu, pemberitahuan bahwa mulai tahun ini, kunjungan Hogsmeade hanya untuk anak-anak kelas tiga keatas dan harus memiliki surat izin dari orang tua atau wali. Tak lagi bebas seperti tahun lalu. Kurasa kalian tahu sebabnya karena Miss Skeeter yang baik telah mengulasnya dengan indah." Yusuke mendongak mendengar kata-kata Hutan Terlarang. Dalam hati ia menebak-nebak seperti apa hutan itu, seberapa besar bahayanya, begitu pula dengan Hogsmeade. Yusuke sedikit bingung dengan tempat-tempat itu, karena sedikit sekali informasi yang diberikan Seiji padanya. Yang Yusuke tahu Hutan Terlarang adalah sangat berbahaya dan Hogsmeade adalah tempat yang menyenangkan, begitulah menurut Seiji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss Skeeter.. dimana aku pernah medengar nama itu? tanya Yusuke dalam hati, mengingat-ingat dimana ia mendengar nama tersebut. Belum selesai mengingat, Profesor Dumbledore berujar lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Spesial sekali tahun ini karena kita kedatangan seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang baru, Profesor Madeline Simms, menggantikan Profesor Buster," Kepala Sekolah menganggukan kepalanya pada wanita berbalut busana warna pink--dan Yusuke mengenali wajah itu. Wanita yang pernah dilihatnya di Toko Jubah Madam Malkin, sangat cantik dan elegan seperti saat Yusuke pertama kali melihatnya, Profesor Maddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Okelah, pesan terakhir dariku. Sikat dan embat!" begitulah kira-kira sang Kepala Sekolah, Profesor Dumbledore mengakhiri sambutannya, disambut dengan gemuruh tepuk tangan. Yusuke ikut bertepuk tangan, namun ia masih meringis kesakitan. Seketika di meja masing-masing asrama bermunculan makanan, dan segera saja Aula Besar dipenuhi celotehan orang-orang berbicara sambil meinkmati hidangan dan makanan yang tersedia di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke mencium bau masakan, dan wajahnya tampak sangat bersyukur karena maagnya mungkin bisa tersembuhkan dengan makanan yang tersedia di atas meja sekarang. Yusuke memandangi hidangan yang mengisi piringnya sekarang, tampaknya lezat--ayam kalkun panggang--yang hanya bisa dinikmati oelh Yusuke dan kakaknya setahun sekali karena harganya cukup mahal. Air liur mulai muncul di sudut mulut Yusuke, tanpa pikir panjang ia menusuk daging ayam itu dengan garpu menggunakan tangan kanannya dan pisau di tangan kirinya, kemudian memotong ayam itu perlahan. Ia masih meringis kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba perutnya jadi semakin sakit, sehingga tak mampu memotong ayam yang ada di depannya. Rasanya menyedihkan, makanan ada di depan mata namun tak mampu berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Yusuke memutuskan untuk minum saja--ia menyeruput gelas piala yanga da di depannya--rupanya berisi jus apel, dan ia menyeruputnya. Ternyata mampu menghentikan maagnya sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perutnya mulai meronta lagi, sekali lagi Yusuke meringis. Ia tak mampu berbuat apa-apa. Ia menyenderkan kepalanya lagi, menunduk di atas meja. Iamemutuskan akan mulai makan jika sakit perutnya sudah mulai tak terasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..dan rasanya itu akan lama sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-2290064991070482084?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/2290064991070482084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=2290064991070482084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/2290064991070482084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/2290064991070482084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/05/pesta-awal-tahun-ajaran-19731974-part-2.html' title='Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974 (part 2)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-7195173330789010703</id><published>2008-05-20T22:07:00.000+07:00</published><updated>2008-05-20T22:08:32.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aula Besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Seleksi Asrama - 1973/1974</title><content type='html'>Dengan penuh ketakjuban, Yusuke terus memandangi interior kastil yang cukup megah. Banyak barang-barang yang belum pernah dilihat Yusuke sebelumnya. Sekarang ia benar-benar merasa jadi norak, tapi memang begitulah keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke tak sadar kalau tertinggal jauh dari kawanan anak tahun pertama. Cepat-cepat ia berlari menyusul kawanan itu, namun matanya masih memandangi isi kastil. Yusuke terus mengikuti si pria raksasa berjanggut hitam lebat itu, dan pria tersebut menyuruh anak-anak untuk meletakkan barang-barangnya di depan pintu besar dari kayu yang sangat elegan--dimana disitu telah menunggu seorang wanita sentengah baya, namun tampaknya tak terlalu tua seperti kelihatannya. Wanita itu menyambut anak-anak tahun pertama yang kini ada di depannya dengan senyuman ramah, kemudian ia melambaikan tangannya--atau tongkatnya--entahlah, Yusuke tidak melihat terlalu jelas karena letaknya berdiri sangat jauh dari wanita itu. Pintu itu pun terbuka, dan anak-anak tahun pertama bergerak masuk ke dalam. Yusuke menanggalkan topinya dan memasukkannya ke dalam ransel, meletakkan sangkar burung Jun dan ransel hitamnya di tempat yang dikatakan pria raksasa itu, kemudian mengikuti anak-anak yang lain masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ruangan yang dimasuki mereka disebut Aula Besar, setidaknya itulah yang ditangkap Yusuke dari cerita Seiji, dimana ciri-cirinya sangat cocok. Megah, beberapa meja super-panjang di dalam ruangan, dan meja panjang di paling depan, tempat para guru untuk duduk disana. Langit-langitnya dipenuhi cahaya lilin yang banyak berderet, bergelantungan tanpa benang. Sekilas Yusuke melihat pria raksasa berjanggut hitam tengah duduk disitu, bersama sedikit guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini anak-anak tahun pertama telah duduk di salah satu meja, suara mereka berisik membicarakan mengenai penseleksian. Mendengar itu Yusuke menepuk kepalanya, ia benar-benar lupa dengan seleksi asrama! Astaga, ia sama sekali belum memikirkan asrama mana yang ia inginkan..atau lebih tepatnya, cocok dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar dentingan sendok yang beradu dengan gelas, dan semua orang yang ada di ruangan Aula Besar pun terdiam. Yusuke mencari asal suara dentingan itu, ternyata dari meja guru, dan dilihatnya seorang pria tua dengan jenggot putih panjangnya, berkacamata dan memakai topi sihir, tengah tersenyum dan memberikan sambutan yang sekedarnya untuk menyambut kedatangan murid-murid tahun pertama. Guru itu pun kemudian langsung mengatakan sudah tiba saatnya untuk penseleksian asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GLEKH! Yusuke menelan ludah. Sekarang ia benar-benar panik, karena sama sekali belum memikirkannya. Wanita setengah baya yang tadi membuka pintu Aula Besar--ternyata bernama Profesor McGonnagall, begitulah yang didengar Yusuke dari percakapan anak disebelahnya--tengah memegang sebuah topi kumal tak terurus, topi sihr berwarna hitam, di atas sebuah bangku di depan meja guru. Tepatnya, seperti di atas panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menatap topi itu, menyipitkan matanya untuk berusaha melihat lebih jelas. Apakah itu Topi Seleksi yang diceritakan Seiji? Tapi nampaknya daritadi topi itu tak berkutik.., gumam Yusuke. Namun ternyata dugaannya salah, sesaat kemudian topi itu menggeliat dan bergerak, kemudian bernyanyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan Gryffindor b'rani..&lt;br /&gt;Selalu hadapi masalah..&lt;br /&gt;Main sikat, main embat..&lt;br /&gt;Semua tantangan~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan ravenclaw pintar..&lt;br /&gt;Tak pernah berhenti belajar..&lt;br /&gt;Semua esai dan tugas,&lt;br /&gt;Pastilah kelar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karakter asrama..&lt;br /&gt;Yang sifatnya sangatlah beragam..&lt;br /&gt;Awas jangan salah pikir..&lt;br /&gt;Semua asrama pasti bagus..&lt;br /&gt;Gryffindor itu berani..&lt;br /&gt;Ravenclaw tempatnya cendikia..&lt;br /&gt;Kalau Huffepuff yang ramah..&lt;br /&gt;Ambisius sifatnya Slytherin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan Hufflepuff ramah..&lt;br /&gt;Selalu menebarkan senyum..&lt;br /&gt;Baik hati, setia..&lt;br /&gt;Gemar menabung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan Slytherin licik..&lt;br /&gt;Ambisius dan juga cerdik..&lt;br /&gt;Hati-hati musuhnya..&lt;br /&gt;Pada blingsatan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke terbelalak mendengar topi itu bernyanyi, mulutnya menganga. Seiji memang bercerita Topi Seleksi selalu bernyanyi di awal tahun pelajaran baru, dan setiap tahun selalu berbeda lirik. Bukannya tak percaya, namun baru kali ini Yusuke melihat sebuah topi bisa bernyanyi..dan ia penasaran bagaimana topi ini setiap tahun mampu menciptakan lirik lagu berbeda. Apakah topi itu mampu berpikir? Atau dibantu menciptakan lirik oleh para guru? Atau.. berjuta tanda tanya menghiasi kepala Yusuke, ia terus memikirkan berbagai kemungkinan mengenai Topi Seleksi hingga tidak menyadari kalau satu-persatu anak tahun pertama telah dipanggil namanya untuk memakai Topi Seleksi tersebut. Yusuke terlalu sibuk dengan pikirannya mengenai si Topi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sawada,Yusuke!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GLEKH!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menelan ludah, dan terpaku berat begitu begitu mendengar namanya dipanggil, oleh Profesor McGonnagal.. Kamisama, apakah waktuku sudah tiba?! jeritnya panik dalam hati. Ia melihat sudah banyak anak-anak tahun pertama telah duduk di meja sesuai dengan asrama mereka, setelah diseleksi Topi Seleksi tersebut. Yusuke menoleh, dan kemudian bangkit dari bangkunya, kemudian berjalan ke arah Tpi itu diletakkan. Pikirannya kini berganti menjadi pertanyaan dan kemungkinan akan masuk asrama mana dia nanti, mengenai si Topi Seleksi telah hilang dari kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke berjalan menyusuri meja-meja panajng di ruangan itu, matanya memandang si Topi Seleksi tapi pikirannya masih mengenai asrama. Ia mengingat-ingat apa yang dikatakan Seiji mengenai kriteria sifat-sifat masing-masing asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaga, aku benar-benar tidak memikirkannya..! Tenang Yucchan, tenang! Pikirkan baik-baik.. Gryffindor hanya untuk mereka yang berani, dan Seiji masuk ke sana.. Slytherin untuk mereka yang kebanyakan Pure Blood dan punya otak sedikit licik--jelas aku tak akan nyaman dengan para manusia yang tak pantas untuk ada di bumi--, Ravenclaw untuk mereka yang cerdik dan pintar, sedangkan Hufflepuff untuk mereka yang ramah dan rendah hati.. Ya ampun!! Sepertinya tidak ada dari asrama itu yang mencerminkan diriku! Sifatku itu benar-benar tak termasuk, aku kan tidak terlalu berani, muggle, ramah sih pasti, kalau baik rasanya tidak terlalu.. untuk kategori cerdas juga sepertinya tidak.. Tapi aku selalu ingin tahu akan sesuatu. Penasaran? Yah, mungkin, karena rasa penasaranku itu membuatku nekat melakukan segala sesuatunya demi mengetahui hal yang membuatku penasaran.. Apakah Ravenclaw? Atau Gryffindor? Atau-- Yusuke terus menggumam dan berpikir keras, sehingga tidak sadar ia telah mulai mendekati Topi Seleksi dan Profesor McGonnagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, tidak!! Kamisama!! jerit Yusuke panik,dia belum bisa memutuskan ingin masuk asrama mana. Keringat dingin mulai bercucuran, entah kenapa dia jadi setegang ini padahal tidak pernah seperti ini sebelumnya--seperti di antara hidup dan mati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke mengelap keringatnya, berdeham sedikit dan mulai mempercepat langkahnya mendekati si Topi Seleksi, berjalan dengan penuh percaya diri walau masih banyak kebimbangan di hatinya, dan tiba-tiba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBBRAKK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke terjatuh, tepat beberapa meter lagi mendekati Profesor Mcgonnagal dan si Topi Seleksi. Sangat memalukan, ternyata jubah hitamnya terinjak sehingga membuatnya terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke segera bangkit, sedikit meringis karena rupanya cukup sakit juga. Ia memasang cengiran memandangi Profesor McGonnagal dan guru-guru yang lainya, seolah berkata "maafkan-kecerobohanku-barusan". Yusuke kembali berdehem, dan ia pun duduk di atas bangku. Perlahan Profesor McGonnagal meletakkan Topi Seleksi di atas kepalanya, dan Yusuke masih saja terusberpikir mengenai asramanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, setelah aku pikir-pikir, mungkin antara Gryffindor dan Ravenclaw.. atau mungkin Hufflepuf.. JANGAN SLYTHERIN!! Tapi yang terpenting rasa penasaranku tidak mati di dalam asrama itu.. serta kemampuan Baseball-ku pun kuharap juga tak ikut mati tenggelam bersama dengan rasa penasaranku , gumam Yusuke dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungnya kini berdetak kencang, deg-degan dengan apa yang akan dikatakan si Topi Seleksi mengenai asramanya. Keringat dingin akibat terlalu tegang kembali bercucuran, dan ia mengelapnya perlahan sambil menutup matanya erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap, semoga kemungkinan terburuknya tidak terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-7195173330789010703?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/7195173330789010703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=7195173330789010703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/7195173330789010703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/7195173330789010703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/05/seleksi-asrama-19731974.html' title='Seleksi Asrama - 1973/1974'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-5748394529212132443</id><published>2008-05-19T01:24:00.005+07:00</published><updated>2009-04-25T21:42:09.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yusuke'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Ketiga'/><title type='text'>Esai Hogwarts Cup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;俺の目を通って見ること, Seeing Through My Eyes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Ore no Me Totte Miru Koto)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pandangan Terhadap Diri Sendiri, Asrama, Sekolah Hogwarts dan Turnamen Hogwarts Cup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Yusuke Sawada&lt;br /&gt;Siswa Tahun Kedua&lt;br /&gt;Gryfindor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKOLAH SIHIR HOGWARTS&lt;br /&gt;1974&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;俺わ…ゆすけです!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ore wa…Yusuke-desu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(自己の反射-Jiko no hansha-&lt;u&gt;The Self's Reflection)&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sawada Yusuke. Sawada adalah nama keluarga, dan Yusuke adalah namaku. Di Eropa biasa menyebutkan nama keluarga belakang, jadi namaku Yusuke Sawada. Tak ada bedanya. Bagaimana orang-orang memanggilku? Sawada, Yusuke, Yusu, Yucchan, atau Yuu-chan. Yang mana saja tidak masalah selama mereka memang tahu namaku dan mengenalku. Dan yang lebih penting lagi, jika mereka memang benar-benar memanggilku. Tak masalah jika ada yang memanggilku dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Oi”&lt;/span&gt; atau sebutan tanpa nama lainnya. Yang penting mereka tahu kalau itu aku. Mereka tahu wajahku. Mereka tahu AKU. Mereka tahu AKU HIDUP. Mereka tahu AKU PERNAH HIDUP, setidaknya. Wajahku tertanam dalam ingatan mereka walau sedikit dan cuma sekilas, aku sudah cukup senang. Itulah bukti aku pernah masuk dalam kehidupan mereka dan menjadi bagian kecil dari perjalanan hidup mereka yang pernah melihatku, mendengar namaku, atau bahkan pernah masuk dalam kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaori Sawada dan Raphael Van Der Stood adalah keluargaku. Raphael merupakan suami Kaori, kakakku. Mengenai orang tua, sudah lama aku kehilangan mereka dalam kecelakaan. Namun keluargaku tak hanya mereka, Seiji Yamaoka dan Kanna Yamaoka, adalah keluarga keduaku di London. Aku menyayangi mereka seperti keluarga kandungku sendiri, walaupun kami sama sekali tak punya hubungan darah, tapi kami punya hubungan persaudaraan dan persahabatan yang erat. Dua hal itu sudah cukup bagiku menganggap mereka sebagai bagian dari apa yang kusebut sebagai KELUARGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit gelap dan agak kehitaman. Yah, tak seperti orang Jepang pada umumnya, yang berkulit cerah dan hampir mendekati warna pucat, seperti orang sakit. Warna khas dari Asia Timur. Dulu aku selalu bertanya-tanya, kenapa hanya diriku yang berkulit gelap dalam keluarga Sawada. Hanya aku. Apakah aku bukan anak kandung? Aku tidak tahu. Aku tak pernah mempertanyakan hal tersebut pada kakakku dan almarhum kedua orang tuaku, tak pernah. Aku takut kalau itu benar, aku bukan anak kandung mereka. Keraguan itu muncul ketika banyak orang yang bergujing mengenai rupa kulitku yang amat berbeda dari anggota keluargaku yang lainnya, tapi di samping itu semua wajahku mirip dengan mereka. Keajaiban genetika? Mungkin saja. Sekarang aku tak pernah mempertanyakan hal tersebut, mengenai hubungan ‘darah’ku dengan keluarga Sawada dan kulit gelapku. Cukuplah itu semua aku cari tahu nanti, semua ada waktunya. Suatu hari aku akan tahu, cepat atau lambat. Tanpa diberitahu ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di bulan Mei menurutku cukup menyenangkan, meskipun lebih menyenangkan lagi jika lahir tepat di Hari Anak Nasional Jepang. Tapi tidak menyenangkan juga, karena setahuku banyak yang terlupakan ulang tahunnya pada hari itu, beberapa temanku sering sekali mengalaminya bahkan hampir setiap tahun. Bulan Mei juga identik dengan berakhirnya Musim Semi, ditandai dengan gugurnya bunga Sakura dan cuaca yang semakin panas. Aku sendiri menyukai Musim Semi di bulan Mei. Menyenangkan melihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hanami&lt;/span&gt; (acara melihat bunga) selesai dan bunga sakura mulai berguguran. Bunga yang berguguran itu indah, bukan menandakan suatu akhir tapi awal yang baru. Tanggal 13, tanggal dimana seorang anak laki-laki berkluit gelap bernama Yusuke hadir diantara keluarga besar Sawada, biasa dikatakan sebagai nomer pembawa sial. Betulkah itu? Akan lebih sial lagi jika lahir di hari Jum’at tanggal 13. Aku lahir hari Minggu, dan aku tidak percaya dengan angka serta hari sial. Bagiku 13 adalah angka berharga, karena merupakan tanggal kelahiranku. Kemunculan dan awal kehidupanku sebagai seorang anak laki-laki, bagian dari keluarga Sawada yang notabenenya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muggle&lt;/span&gt;, tidak ada darah penyihir. Jadi, aku adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muggle-born&lt;/span&gt;. Penyihir yang lahir di keluarga biasa, manusia biasa, kalangan non-penyihir. Apakah aku kecewa dan minder karena itu? Tidak, aku senang, tidak menjadi bagian dari penyihir berdarah murni karena dapat membuat diriku berbahaya dan besar kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sifatku sendiri? Orang-orang mengetahui kalau aku itu agak nakal, tapi kebanyakan berpendapat diriku itu nekat. Yah, nekat, dan aku sendiri mengakui hal itu. Kenekatanku semata-mata karena didukung oleh rasa penasaran dan rasa ingin melindungi yang memang pantas dilindungi. Rasa penasaran bisa membunuh seekor kucing, dan hal-hal tersebut sering aku  hadapi. Saat kakakku belum menikah, aku begitu protektif padanya, bisa dikatakan juga kalau aku termasuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sister complex&lt;/span&gt;, aku tak akan menyerahkan kakakku pada pria tak bertanggung jawab. Pacar-pacar kakakku terdahulu babak belur karena tanganku. Karena aku menghajar mereka. Tak segan-segan aku menghabisi mereka yang membuat kakakku menangis. Itulah aku, Yusuke, yang sangat menyayangi kakak perempuanku dan keluarga kandungku satu-satunya, Kaori. Lain halnya dengan rasa melindungi, itu benar jika aku memilik rasa keadilan yang cukup tinggi menurutku, aku tak akan menghajar dan menghabisi seseorang jika hal yang membuatnya bersalah atau masallah yang ada tidak cukup jelas. Jadi, aku tak akan menghajar orang tanpa alasan. Aku tak akan memulai masalah jika tak ada yang memulai masalahnya denganku. Jika mereka sendiri cari masalah denganku, terima saja akibatnya. Tapi tetap saja, aku harus mengandalkan otakku dulu untuk berpikir jernih dan rasional, apakah aku atau dia yang bersalah dalam masalah tersebut. Aku yang bersalah, maka dengan senang hati dan lapang dada aku akan minta maaf. Memaksa orang minta maaf terkadang kulakukan jika benar-benar terlihat jelas dan terbukti kalau memang orang tersebut yang bersalah. Pemaksa? Bisa dibilang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku sebagai penyihir yang gila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;, agak membuat orang-orang heran. Penyihir biasanya tergila-gila dengan Quidditch, olahraga favorit kalangan penyihir. Salahkah menjadi yang berbeda diantara yang lainnya? Aku tidak membenci Quidditch, aku menyukainya, namun tidak sebesar kesukaanku pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;, olahraga kesukaanku dan merupakan bagian dari hidupku. Hidupku adalah untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;. Olahraga inilah yang pertama kali dikenalkan Otou-san (ayah) padaku, secara dia juga penggemar dan penggila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;. Quidditch dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt; adalah sama, hanya memiliki beberapa perbedaan. Dan karena itulah aku menyukai Quidditch, karena aku menyukai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;. Kedua hal itu saling berhubungan secara tidak langsung. Aku sendiri jika tak latihan memukul agak sedikit tersiksa, minimal aku harus bergerak mengayunkan dengan tangan kosong. Membuatku sedikit lebih baik. Gila olahraga? Sedikit, aku hanya tergila-gila pada&lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;, tapi tak membuatku membenci olahraga lain. Seperti yang kubilang, hidupku adalah untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu membawa pemukul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;-ku kemana-mana. Itu termasuk harta berhargaku, pemberian kakakku dan penuh dengan harapan rekan setimku, berharap aku kembali pada mereka, bermain bersama mereka lagi. Apakah aku kecewa sekolah di Hogwarts dan diterima disini? Tidak sama sekali. Ini adalah pengalaman, memang awalnya agak sulit terbiasa karena pada mulanya bukan duniaku, tapi sekarang dunia sihir adalah duniaku. Tapi itu tak membuatku melupakan dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muggle&lt;/span&gt;, dunia dimana aku hidup dan tumbuh selama ini. Adakah keinginan untuk keluar dari Hogwarts? Tidak. Sama sekali tidak. Inilah tempatku belajar tentang sisi lain dari dunia yang belum pernah aku sentuh sebelumnya, dunia yang hanya bisa aku dengar dan ketahui dari cerita-cerita yang keluar dari mulut Raphael, dunia dimana semua keajaiban bisa terjadi, dengan sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;赤いライオン…それは本当それであるか?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akai Raion…Sore wa Hontou Sore de Aru ka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( 寮の反射-Ryou no hansha-&lt;u&gt;The Dormitory's Reflection&lt;/u&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gryffindor, sang singa merah. Merah? Kenapa harus merah? Karena merah adalah warna yang menunjukkan keberanian. Tapi di negaraku, Jepang, warna merah adalah perumpamaan dari matahari terbit, sesuai dengan apa yang tergambar di bendera Negara kami. Tapi warna merah sama-sama mengandung makna yang dalam, awal dari suatu yang baru dan keberanian. Tak hanya merah, ada pula warna emas, tapi mungkin tidak begitu emas, agak sedikit kekuningan. Warna yang menunjukkan kehangatan dari banyaknya warna kuning yang ada di dalamnya, warna keceriaan, dan warna kemewahan. Keceriaan para anak-anak Gryffindor dibalik keberanian mereka, berani tidak selamanya galak. Selama ini keberanian identik dengan galak. Emas dengan kemewahannya, maksudnya adalah seberapa berharganya anak-anak Gryffindor bagi Godric, kami adalah hartanya yang berharga, para pemberani yang datang dari berbagai latar belakang. Tapi itu tak menjadikan kami, para Gryffies, menjadi sombong dan merasa paling berharga dan paling hebat diantara semua asrama. Godric tentunya berharap kami tetaplah rendah hati dan tak memandang remeh yang lainnya. Lagipula, apa yang bisa dilakukan sekarang adalah memenuhi harapan dari Godric, menjadikan diri kami berani dan sebijaksana mungkin, dan berusaha semampu kami serta tidak pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singa sendiri merupakan raja hutan, tapi semata-mata tak menjadikan asrama kami sebagai yang tertinggi di Hogwarts. Singa ini hanyalah symbol, seekor pemimpin di hutan yang berani dan ganas, sebagai raja yang pemberani. Seorang raja, tentu saja, harus mampu melindungi rakyatnya dan mampu berpikir bijaksana demi kesejahteraannya. Jadi, tak hanya mengandalkan keberanian, tapi juga harus mengandalkan pemikiran matang karena semua keputusan ada konsekuensinya. Sangat salah mengandalkan kekuatan fisik semata, seorang Gryffindor sejati tak hanya harus berani tapi juga harus mampu mengontrol emosinya serta pemikiran jernihnya dalam mengambil suatu tindakan, yang mampu mempengaruhi hidupnya sendiri atau bahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan anak yang berada dalam asrama ini memiliki kesetiakawanan yang tinggi, serta kenekatan cukup tinggi. Kenekatan tidak sama dengan kenakalan. Tentunya satu sekolah tahu tentang senior-seniorku di tahun keempat yang terbilang iseng dan sering sekali kena detensi. Itu bukan kenakalan, melainkan pelampiasan rasa penasaran yang tertanam dalam diri mereka, memberontak ingin dikeluarkan tapi mereka mengeluarkannya di waktu yang kurang tepat, seringkali. Tak hanya para seniorku, beberapa temanku juga begitu. Normal dan wajar. Bukan hanya keberanian untuk bertarung dan melawan, tapi juga keberanian untuk berpendapat dan tak peduli dengan perkataan orang lain. Seperti yang aku bilang, Gryffindor adalah tempat para pemberani, para orang nekat serta bernyali tinggi dan penjunjung persahabatan secara tidak langsung. Mengapa aku katakan tidak langsung? Karena beberapa orang belum bisa meyakinkan hatinya apakah seseorang itu benar-benar sahabatnya atau tidak, tapi kelakuannya sudah menunjukkannya. Terkadang kata-kata tak diperlukan untuk menyampaikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu, ketika mendengar si-topi-bernyanyi menyahutkan asrama ini untukku, asrama bagi para pemberani, aku tersentak. Kaget dan tak percaya. Dari sisi manakah ia melihatku pantas menempati Gryffindor? Kurasa dari kenekatanku. Itu sudah lebih dari cukup, aku tahu Topi Seleksi mampu menyelami pikiran dan pribadi terdalam orang yang memakainya. Untung saja hanya digunakan untuk seleksi, apa jadinya jika digunakan untuk hal yang lain? Tak terbayangkan rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senangkah diriku bergabung dengan Keluarga Singa Merah? Tentu senang, dan aku merasa diterima disini. Inilah rumahku selama bersekolah di Hogwarts, keluarga yang akan aku temui setiap hari hingga aku lulus nanti, kecuali saat libur musim panas tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;俺の他家族&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ore no Ta Kazoku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;( 学校の反射-Gakkou no hansha-&lt;u&gt;The School's Reflection&lt;/u&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[size=3]Kastil besar yang tak terjamah oleh dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muggle&lt;/span&gt; karena memang dibuat supaya mereka tak bisa melihatnya. Sekolah Sihir Hogwarts, salah satu nama dari sekian nama sekolah sihir yang ada di dunia. Sekolah dimana saat ini, aku, Yusuke Sawada, mengecam pendidikan yang berbeda dari sekolahku di Jepang. Apa alasannya Hogwarts bisa mengirimkan surat penerimaan siswa baru padaku, yang notabenenya hanyalah seorang anak biasa, keturunan orang biasa, kalangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muggle-born&lt;/span&gt;? Itulah yang masih kupertanyakan hingga saat ini. Belum ada petunjuk untukku supaya bisa mendapatkan jawabannya, sangat misterius. Namun aku percaya, Hogwarts tidak sembarangan memilih murid, pastinya ia tahu potensi-potensi tersembunyi yang ada dalam diri kami masing-masing, masih tertidur dan menunggu untuk dibangkitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada berapa orang yang berada dalam kastil ini. Ratusan? Kurasa lebih, bisa menyampai ribuan, jika dimasukkan dengan para penghuni lukisan yang hobi bercengkrama di pagi hingga sore hari. Aku menganggap mereka hidup, bagian dari kastil ini. Selain para penghuni lukisan itu, tentu saja ada dan tinggal para professor, staff dan murid-murid. Albus Dumbledore sang kepala sekolah, Profesor McGonagall sebagai wakil kepala sekolah, dan berbagai nama guru lainnya yang merupakan guru tetap Hogwarts kecuali guru Pertahanan Terhadap Ilmu Sihir. Entah kenapa mata pelajaran yang satu itu sepertinya membawa kesialan tersendiri, menurut Seiji, temanku, setiap tahun memang selalu berganti, tak ada guru yang bertahan lebih dari setahun. Ada apa dengan jabatan dan pelajaran itu? Aku tak percaya jika mata pelajaran itu memiliki efek kesialan. Hanya masalah Hogwarts belum menemukan guru yang tepat saja. Cukup bagiku merasakan kegilaan Profesor Maddy sebagai guru PTIH, semoga tahun-tahunku berikutnya tak seburuk itu. PTIH tahun pertama yang tidak menyenangkan sama sekali, apalagi melihat tingkah Profesor Maddy ketika Event Duel antar siswa, benar-benar tak termaafkan. Memantrai muridnya sendiri dengan Kutukan Tak Termaafkan? Otaknya memang sudah rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hogwarts terdiri dari empat asrama, Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff dan Ravenclaw, nama asrama tersebut diberikan sesuai dengan nama para pendirinya. Keempat logo asrama digabungkan dalam logo Hogwarts, dalam suatu perisai keemasan, dikelilingi dua pita terurai bertuliskan di atas dan bawahnya. Maksud dari warna keemasan, tentu saja, bagi Hogwarts keempat asrama itu adalah harta mereka, dimana mereka mendidik bibit-bibit unggul penyihir-penyihir yang akan membawa masa depan cerah nantinya. Tidak akan membiarkannya rusak, benar-benar menjaga murid Hogwarts selayaknya anak sendiri dan harta mereka yang paling berharga.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Draco Dormiens Nunquam Titilandus&lt;/span&gt;, jangan membangunkan naga yang sedang tidur, apa maksud dari motto Hogwarts ini? Mungkin sebagai peringatan, jangan macam-macam dengan Hogwarts ataupun salah satu muridnya. Naga sendiri merupakan hewan sihir yang termasuk paling berbahaya, apakah maksud dari kata-kata itu adalah kemarahan? Kemarahan seekor naga bisa dikatakan sangat dahsyat. Apapun yang terjadi, tentunya para penghuni Hogwarts akan berusaha yang terbaik untuk melindungi sekolahnya sendiri, sekolahku Hogwarts tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Sihir Hogwarts tentu berbeda dengan sekolah muggle-ku dulu. Pelajrannya tentu berbeda, dan kebanyakan mengutamakan prakteknya daripada teorinya, dan tugas esai tak terelakkan lagi. Praktek memang penting, tapi jika tak didukung dengan pengetahuan teori yang cukup rasanya tak begitu berguna. Kedua hal itu saling mendukung, tak bisa kehilangan salah satunya. Saling melengkapi. Dan Hogwarts, adalah keluarga ketigaku setelah keluarga kandungku dan keluarga Yamaoka. Kenapa kuanggap sebagai keluarga ketiga? Karena aku merasa Hogwarts masih belum bisa kudalami sebagai sebuah keluarga, aku baru mengecam pendidikan sampai tahun kedua, dan kuharapa Hogwarts bisa naik dan kuanggap sebagai keluarga keduaku kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;トーナメントか。それを持って来なさい!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Toonamento ka. Sore o Motte ki Nasai!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( ーナメントの反射-Toonamento no hansha-&lt;u&gt;The Hogwarts Cup Tournament's Reflection&lt;/u&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali aku mendengarnya, agak sedikit heran. Aku tak pernah mendengar mengenai turnamen ini sebelumnya. Apakah baru diadakan tahun ajaran ini? Mungkin saja. Yang pasti ini berbeda dengan Turnamen TriWizard, event dan turnamen yang diadakan beberapa tahun sekali, bertanding kemampuan dengan penyihir dari sekolah sihir lainnya. Lalu, seperti apa Hogwarts Cup ini? Masih samar sebenarnya apa rupanya, tak ada yang bisa aku tanyai berhubung turnamen ini termasuk baru untukku dan anak-anak lainnya. Hanya ada satu cara untuk mengetahui seluk beluk turnamen ini, yaitu dengan cara mengikutinya. Setelah berbagai desakan yang ditujukan bagiku, dengan penuh keberanian aku memberanikan untuk mengikuti turnamen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hogwarts Cup, ditilik dari namanya adalah suatu turnamen bagi para murid dan siswa Hogwarts, tak peduli dari asrama apapun, dimana mereka bisa berpartisipasi menunjukkan kemampuannya serta keberaniannya, sekaligus mengasah kemampuan dan menambah pengalaman mereka. Tujuan utama dari turnamen ini pastilah itu. Setiap turnamen pastilah telah direncanakan dengan matang, tidak begitu saja diadakan tanpa persiapan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nekatkah aku? Sepertinya ya. Tentu senior-senior kelas atas mengikuti turnamen ini. Agak sedikit minder, karena pengalaman mereka pastinya lebih banyak mengenai turnamen-turnamen ini dan mereka juga mampu untuk meraba kesamaran dari turnamen Howgarts Cup ini. Sekarang yang hanya bisa aku lakukan adalah tetap tenang, percaya diri serta berani maju mengikutinya, sanggup menghadapai resiko apapun. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamisama wa, ore o sanbi suru&lt;/span&gt;. Berkahi aku kekuatan dan keberanian untuk turnamen ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ganbatte kudasai!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-5748394529212132443?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/5748394529212132443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=5748394529212132443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/5748394529212132443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/5748394529212132443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/05/esai-hogwarts-cup.html' title='Esai Hogwarts Cup'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-4534061289519017995</id><published>2008-04-19T03:31:00.003+07:00</published><updated>2008-04-20T00:00:25.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Letter from Hogwarts</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"KALAU KAU BERANI MENGGANGGU KAKAKKU LAGI, KAU AKAN MENDAPATKAN YANG LEBIH PARAH DARI INI!!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan malam itu di derah pinggiran Shibuya dipecahkan oleh teriakannya. Yusuke berteriak marah. Pria di depannya meringis kesakitan dan memegangi perutnya yang terkena hentaman keras tongkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt; kayu milik Yusuke. Pria tersebut jatuh terduduk, lemas. Ia mengaduh kesakitan. Yusuke maju dan mengarahkan tongkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;-nya ke dagu pria itu dan mengangkat dagunya. Ia tersenyum sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku memang masih kecil. Apa kau pikir aku tidak bisa berbuat kekerasan, dan diam saja melihat rencana yang akan kau lakukan pada kakakku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu meringis. Tidak berani menanggapi perkataan Yusuke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HAH! Jangan pikir aku tidak tahu mengenai apa yang kau rencanakan! Kau pikir kau bisa menipuku?! Sekali lagi, aku memang masih kecil tapi jangan anggap aku remeh!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Yusuke menampar pipi pria tersebut. Ia tertawa melihatnya terlihat kesakitan. Pria itu pun berusaha berdiri, dan tampak amat sangat marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"IBLIS CILIK!!!!!"&lt;/span&gt;Teriaknya, sambil menerjang dan berusaha menyerang Yusuke namun dikelaknya dengan pukulan tongkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt; Tepat mengenai 'benda berharga'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"OOOOOUCCHH!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teriak pria itu, dan ia pun jatuh ke atas aspal, terkapar pingsan tak berdaya setelah sempat menabrak jatuh sepeda biru Yusuke.&lt;br /&gt;Yusuke tersenyum penuh kemenangan, karena dirinya memenangkan perkelahian yang entah sudah berapa kali ia lakukan melawan orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke mendekati pria itu dan berjongkok di sebelahnya. Matanya mengamati ada-tidaknya tanda-tanda kehidupan dari pria ini. Lega, ternyata nafasnya masih ada dengan gerakan naik turun dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke memasang cengiran lebar di wajahnya. Ia menoleh ke kiri-kanan. memastikan tak ada seorang pun yang lewat. Ia meletakkan tongkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt;-nya, kemudian tangannya merogoh kantung jas pria tersebut, mencari-cari sesuatu. Akhirnya,  ia menemukan apa yang ia cari. Tangannya berhenti pada suatu benda, dan ia menariknya keluar. Sebuah dompet dari kulit warna cokelat muda kini tergenggam di tangannya. Cengirannya semakin lebar. Dompet ini kalau dijual pasti terjual dengan harga cukup tinggi, pikirnya. Dimasukkannya dompet itu ke dalam saku jaketnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas, sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, Yusuke membereskan barang-barangnya yang berantakan karena perkelahian barusan. Isi tas ranselnya tercecer di atas aspal. Sesudah memastikan tidak ada yang tertinggal, Yusuke menggendong tasnya dan mendirikan sepedanya yang jatuh. Diambilnya tongkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt; kayu kesayangannya yang tergeletak di sisi pria itu. Matanya menatap pria tersebut, yang tampangnya sudah cukup babak belur. Yusuke kembali tersenyum, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"SA-YO-NA-RA-BA-KA! (SELAMAT TINGGAL BO-DOH)"&lt;/span&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan itu, ia membawa sepedanya dan menoleh kanan-kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagus, tidak ada orang&lt;/span&gt;, pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke pun menaiki sepedanya dan mengayuhnya ke arah pusat Shibuya, dimana rumahnya terletak. Belum jauh ia mengayuh, terdengar teriakan wanita di belakangnya, dari tempat dimana ia berkelahi dengan pria tersebut. Yah, tampaknya si pria sudah ditemukan. Yusuke tersenyum kecil dan mengayuhkan sepedanya lebih kencang menuju rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, Yusuke tidak menemukan kakaknya. Terbukti dari pintu pagar yang masih terkunci dan lampu yang ada di kamar Kaori masih padam. Hari memang masih terlalu dini bagi Kaori untuk pulang. Ia pun membuka pintu pagar dan membawa masuk sepedanya. Diparkirkannya sepeda biru metalik kesayangannya di sisi kanan pintu masuk rumahnya. Setelah membuka pintu, ia masuk dan kembali menguncinya, kali ini dari dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke melepaskan sepatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sneaker&lt;/span&gt; putihnya dan menggantinya dengan sandal rumah, kemudian beranjak ke kamarnya. Ia menguap, sudah mulai mengantuk. Berhadapan dengan pria tadi cukup menguras tenaganya, apalagi tadi sore ia bermain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baseball&lt;/span&gt; dengan teman-temannya. Dipadamkannya lampu ruang tamu seraya melangkah menuju kamar tidurnya. Begitu memasuki kamarnya, Yusuke langsung menuju meja belajarnya di sudut ruangan. Di dinding dekat meja belajar Yusuke, terpampang papan tulis kecil. Ia mengambil spidol dan menuliskan sesuatu di papan tulis tersebut. "Bertambah satu lagi.. orang dewasa yang aku kalahkan...", ujarnya. Di papan tulis itu tertera garis-garis yang menunjukkan jumlah orang yang telah dikalahkannya. Ia tersenyum bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei..Rupanya sudah banyak sekali orang dewasa yang telah aku kalahkan?? Hebat juga," katanya sambil tertawa. Menganggap itu adalah prestasinya yang paling membanggakan. Yusuke meletakkan spidolnya dan merebahkan diri ke tempat tidurnya. Menggeliat sedikit, dan menoleh ke arah jendela terbuka yang terletak di samping tempat tidurnya. Yusuke tersentak kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor burung hantu berwarna cokelat tua hinggap di jendela kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAHHH!?!?! BURUNG HANTU??!!&lt;/span&gt;" ia kaget dan terduduk. Yusuke pun mendekati burung hantu itu dan mengamatinya. Jarang sekali ia melihat burung hantu secara langsung seperti ini. Tampaknya burung hantu ini baru saja menjatuhkan sesuatu, pikirnya. Matanya mencari-cari benda yang dijatuhkan si burung hantu. Pencariannya terhenti pada sebuah gulungan kertas. Nampak asing baginya. Pasti ini yang dijatuhkan tadi, tebaknya. Diambilnya gulungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah ini untukku?"tanyanya pada burung hantu yang kini ada di atas tempat tidurnya, sambil memegang gulungan kertas yang tadi diambilnya.&lt;br /&gt;"UH-HUUU"kata burung hantu tersebut, seakan mengiyakan pertanyaannya.&lt;br /&gt;"Baiklah..Arigatou nee, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Owl&lt;/span&gt;-san (Terima kasih burung hantu)", ujar Yusuke. Burung hantu itu kemudian mengepakkan sayapnya, dan pergi. Yusuke melihatnya hingga hilang dari pandangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Yusuke beralih ke gulungan kertas yang ia genggam. Dirinya menebak-nebak, apa sebenarnya isi dari gulungan ini dan kenapa yang mengantarkannya burung hantu? Apakah ini semacam servis baru dari kantor pos? Ia melangkahkan kakinya ke meja belajarnya. Yusuke duduk di kursinya dan menyalakan lampu meja, kemudian menggunakan kacamata bacanya. Dengan sedikit rasa penasaran, perlahan Yusuke membuka gulungan itu.&lt;br /&gt;Ia membaca isinya, tercengang sejenak, kemudian membacanya lagi berulang-ulang dan berulang kali pula ia tercengang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEKOLAH SIHIR HOGWARTS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepala sekolah: Albus Dumbledore (Order of Merlin, Kelas Pertama, Penyihir Hebat, Kepala Penyihir, Konfederasi Sihir Internasional)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Sawada yang baik, Dengan gembira kami mengabarkan bahwa kami menyediakan tempat untuk Anda di Sekolah Sihir Hogwarts. Terlampir daftar semua buku dan peralatan yang dibutuhkan. Tahun ajaran baru mulai 1 September. Kami menunggu burung hantu Anda paling lambat 31 Juli. Hormat saya, Minerva McGonagall Wakil Kepala Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEKOLAH SIHIR HOGWARTS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seragam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siswa kelas satu memerlikan:&lt;br /&gt;1. Tiga setel jubah kerja sederhana (hitam)&lt;br /&gt;2. Satu topi kerucut (hitam) untuk dipakai setiap hari&lt;br /&gt;3. Sepasang sarung tangan pelindung (dari kulit naga atau sejenisnya)&lt;br /&gt;4. Satu mantel musim dingin (hitam, kancing perak)&lt;br /&gt;Tolong diperhatikan bahwa semua pakaian siswa harus ada label namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua siswa harus memiliki buku-buku berikut:&lt;br /&gt;Kitab Mantra Standar (Tingkat 1) oleh Miranda Goshawk&lt;br /&gt;Sejarah Sihir oleh Bathilda Bagshot&lt;br /&gt;Teori Ilmu Gaib oleh Adalbert Waffling&lt;br /&gt;Pengantar Transfigurasi Bagi Pemula oleh Emeric Switch&lt;br /&gt;Seribu Satu Tanaman Obat dan Jamur Gaib oleh Phyllida Spore&lt;br /&gt;Cairan dan Ramuan Ajaib oleh Arsenius Jigger&lt;br /&gt;Hewan-hewan Fantastis dan di Mana Mereka Bisa Ditemukan oleh Newt Scamander&lt;br /&gt;Kekuatan Gelap: Penuntun Perlindungan Diri oleh Quentin Trimble&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peralatan lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 tongkat sihir&lt;br /&gt;1 kuali (bahan campuran timah putih-timah hitam, ukuran standar 2)&lt;br /&gt;1 set tabung kaca atau kristal&lt;br /&gt;1 teleskop&lt;br /&gt;1 set timbangan kuningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa diizinkan membawa burung hantu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ATAU&lt;/span&gt; kucing &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ATAU&lt;/span&gt; kodok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ORANGTUA DIINGATKAN BAHWA SISWA KELAS SATU BELUM BOLEH MEMILIKI SAPU SENDIRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;"Sekolah.. Sihir..?? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAGAIMANA BISA??!&lt;/span&gt;" Yusuke berteriak kaget. Ia tidak menyangka dirinya menerima surat seperti ini. Dalam mimpi pun tidak. Ia melepas kacamata bacanya. Mulutnya menganga. Tak percaya, ia memakai kembali kacamatanya dan membaca kop surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEKOLAH SIHIR HOGWARTS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOGWARTS?&lt;/span&gt; Aku belum pernah mendengarnya dari mulut Raphael...Apakah ini nyata?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke dilanda kebingungan. Semua ini terlalu mengagetkan, mengejutkan, walaupun eksistensi dunia sihir tidak begitu menarik untuknya. Bingung, akhirnya ia memustuskan untuk mengunjungi Raphael, kekasih kakaknya yang merupakan almamater Durmstrang. Rumahnya tepat di seberang rumah Yusuke. Secepatnya ia lari keluar rumah dengan membawa gulungan surat, masih memaki sandal rumah, serta  mengabaikan terkunci atau tidak rumahnya. Yusuke menggedor-gedor pintu rumah Raphael. Dirinya tampak terburu-buru ingin segera mendapatkan penjelasan dari Raphael. Gedoran pintu semakin keras, karena Raphael tak kunjung menampakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua menit menggedor pintu, akhirnya Raphael menunjukkan batang hidungnya. Pintu rumahnya terbuka dan nampak Raphael dengan rambut pirangnya dan baju warna-warni cerah khasnya. Wajahnya nampak sedikit kesal. Tidak peduli dengan ekspresi Raphael, Yusuke menerobos masuk ke dalam rumahnya. Tentu saja si empunya rumah keheranan melihatnya. Yusuke tampak terburu-buru serta gelisah. Di tangannya, masih tergenggam erat gulungan surat dari Hogwarts. Disodorkannya surat itu pada Raphael dengan pandangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'cepat-kau-baca-ini'&lt;/span&gt; Raphael pun mengambilnya dan membukanya, kemudian membacanya. Yusuke duduk di sofa ruang tamu Raphael, masih bertampang gelisah, shock, dan perasaan yang campur aduk. Begitu melihat ke arah kakinya, barulah ia sadar kalau ia memakai sandal ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raphael berteriak kegirangan setelah selesai membaca surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kau akan masuk Hogwarts?? SELAMAT!!!" ujarnya sembari menuju sofa tempat duduk Yusuke dan mengacak-ngacak rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HEIII!!!"protes Yusuke. Ia tidak suka saat Raphael mengacak-acak rambutnya yang memang tidak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hahahaha, maaf. Aku ikut gembira untukmu!!" Raphael menepuk punggung Yusuke. Yang punggungnya ditepuk menoleh ke arah Raphael, dan menatapnya dengan tatapan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"jelaskan-padaku-tentang-Hogwarts"&lt;/span&gt;. Raphael mengerti arti pandangan itu dan mulai berpikir. Ia pun pindah duduk di sebelah Yusuke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Yusuke masih menunjukan kalau ia butuh penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, ini memang salahku Yucchan, tidak bercerita padamu soal Hogwarts. Atau tepatnya..lupa?"Raphael terbahak. Yusuke memutar bola matanya, namun ia tidak ikut tertawa. Tampangnya kini berubah serius. Raphael yang melihat ekspresinya akhirnya berhenti bercanda dan berdehem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, Sekolah Sihir Hogwarts adalah salah satu dari sekolah sihir yang ada di dunia sihir.Letaknya di Inggris, sangat terkenal di dunia sihir karena sang kepala sekolah yang juga terkenal, dan.. hmm.. dia punya koneksi cukup baik dengan Beuxbatons dan Durmstrang, tentu! Selalu mengadakan acara bersama yang melibatkan tiga sekolah ini. Aku jadi ingat, waktu itu-"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Raphael, apalagi yang kau ketahui tentang Hogwarts?"Cepat-cepat Yusuke menyelak perkataan Raphael, yang dapat berubah menjdai penceritaan panjang lebar kehidupan Raphael. Yusuke tidak butuh tentang kehidupan Raphael saat ini, yang dibutuhkan adlah mengenai Hogwarts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya hanya itu,"jawabnya singkat. Mata Yusuke terbelalak. Ia benar-benar tidak percaya kalau hanya itu yang Raphael ketahui tentang Hogvwarts. Raphael tersenyum tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, kalau kau bertanya padaku soal Sejarah Durmstrang, aku bisa menceritakannya. Tapi untuk Hogwarts? Oh, aku bukan ahlinya,"ujar Raphael. Yusuke memasang tampang sedikit kecewa. Hanya itu yang ia ketahui saat ini tentang sekolah sihir yang menerimanya. Yusuke berpangku tangan. Otaknya berpikir. Eksistensi dunia sihir kalau begitu benar-benar ada, dan Hogwarts memang benar-benar ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tertarik untuk bersekolah disana?"tanya Raphael. Yusuke tersentak. Ia menanggapi pertanyaan Raphael dengan sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah.. Kau tahu aku kan, aku butuh informasi lebih lanjut mengenai Hogwarts, bagiku saat ini semuanya belum jelas..,"jawab Yusuke. Ia kembali berpangku tangan dan melamunkan semua kemungkinan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kalau ia sekolah di Hogwarts? Bagaimana kalau Hogwarts ternyata tidak ada?&lt;br /&gt;Tidak..yang lebih penting, Apakah Kak Kaori akan baik-baik saja tanpa Yusuke di sisinya selama ia bersekolah di sana? Dulu memang Yusuke tidak terlalu tertarik dengan dunia sihir, namun sejak menerima surat ini ia penasaran. Apa yang membuatnya dapat diterima di Hogwarts? Padhal Yusuke bukanlah siapa-siapa.. Sepengetahuannya dalam silsilah keluarga Sawada tidak ada yang namanya penyihir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuta pertanyaan terus muncul di kepalanya. Bingung, Yusuke mengacak-acak rambutnya sendiri. Raphael yang melihatnya tertawa, "Sudah, sudah!! Aku tahu kau sangat tertarik untuk bersekolah di Hogwarts,. Walaupun baru sedikit, aku yakin kau tertarik untuk bersekolah di sana. Baiklah, besok aku akan membawa temanku yang almamater Hogwarts. Dia mungkin bisa menjelaskan semuanya lebih jelas daripada aku..",ujar Raphael sambil menepuk punggung Yusuke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke lega setelah mendengar perkataan Raphael. Itu ide yang lebih baik.. Dari almamater Hogwarts sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau sudah memberitahu Kaori?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh? belum.. Suratnya saja baru tadi kuterima."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu besok saja, sekalian saat aku membawa temanku.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, itu ide bagus," ujar Yusuke. Yah, dengan begitu Kak Kaori bisa mendengar penjelasan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan Yusuke mulai berkurang. Sekarang ia sudah cukup tenang, tidak seperti ketika baru menerima surat. Akhirnya ia pamit pulang ke rumahnya dan membawa gulungan kertasnya. Saat berjalan pulang ke rumahnya, Yusuke melihat burung hantu cokelat tua itu bertengger di pohon halaman rumahnya. Ia tersenyum. Terbesit di pikirannya untuk memelihara burung hantu seperti itu, saat ia masuk Hogwarts nanti..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-4534061289519017995?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/4534061289519017995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=4534061289519017995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/4534061289519017995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/4534061289519017995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/04/kalau-kau-berani-mengganggu-kakakku.html' title='Letter from Hogwarts'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-9089118953232497390</id><published>2008-04-19T02:53:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T02:54:04.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Kedua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Halaman Hogwarts'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Gugur'/><title type='text'>When Green Becomes Brown (pt 3)</title><content type='html'>Yusuke mengerutkan alisnya melihat Ann menangis. Ada apa dengan anak ini? Phil tiba-tiba mendekati Yusuke dan menyenggol lengannya, Yusuke menoleh pada Phil dan ia mengira anak laki-laki itu menuduh Yusuke yang membuat Ann menangis, “Aku tak tahu kenapa ia menangis! Jangan Tanya padaku, dan Phil langsung menghampiri Ann, menanyakan keadaannya. Ann bilang ia baik-baik saja, Yusuke menghela nafas lega tapi ia masih tak yakin kalau Ann baik-baik saja. Baru akan bertanya pada Ann untuk memasikan, Arianne tiba-tiba sudah berada di samping dan mengalungkan tangannya di lengan Yusuke, bertingkah agak sedikit manja—menurutnya. Yusuke mendelik kaget pada Arianne yang masih memeluk lengannya, ada sedikit perasaan aneh timbul pada diri Yusuke. Malu, dan ia mengalihkan pandangannya pada Lulu. Apa reaksi anak itu melihat Arianne dan Yusuke—seperti ini? Jujur, ia merasa tidak enak—karena ada Lulu disini, apalagi Phil—ya, apa pendapat anak itu jika melihat perubahan drastis sifat Arianne jika mengobrol dengan Yusuke? Ah, tidak, lebih tepatnya—apa pendapat kedua teman seasramanya melihat ini? Heran dan kaget—semestinya. Dengan ucapan Arianne yang cukup ketus tadi, rasanya cukup bisa untuk dipertanyakan. Yeah, Arianne benar-benar sulit ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi tadi Phil hanya ingin meminta maaf kepada anak perempuan itu,” ucap Lulu mencoba menjelaskan, dan ia menunjuk Arianne dengan dagunya, pertanda ia sedang kesal, "tetapi Roosevelt dan nona ini datang. Mungkin anak Asia itu merasa mereka akan mengeroyoknya," lanjut Lulu lagi. Yusuke mengangkat sebelah alisnya, tampaknya jelas ini hanya maslah salah paham biasa. Sangat tertebak kalau Phil ingin minta maaf karena kejadian permen Lollipo itu, tapi dengan ‘gayanya’, dan soal mengeroyok adalah murni salah paham. Yusuke tahu betul kalau anak perempuan yang berkumpul disini adalah para penggemar Phil—well, bisa saja sih mereka mengeroyok Arianne karena cemburu, tapi rasanya tidak. Hanya terjadi adu mulut disini, lagipula mana mungkin penggemar mengeroyok dan menggencet orang di depan idolanya? Pastilah semuanya itu dilakukan di ‘belakang’. Yeah, seperti yang biasa dilakukan beberapa kakak kelas Yusuke di Jepang dulu, mengeroyok dan menggencet yang lain di halaman belakang sekolah atau gudang. Beruntung Yusuke tak pernah digencet atau semacamnya karena kaka kelasnya saja takut padanya. Yusuke tersenyum tipis mengingatnya. Karena itulah teman-temannya selalu menempel minta tolong padanya. Apakah Shuichi seperti itu? Mengingat sahabat—teman Yusuke yang satu itu memang seringkali digencet dan dicegat sepulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menggeleng. Bukan saatnya memikirkan Shuichi di saat seperti ini, dan Arianne berceloteh sambil tetap memeluk lengan Yusuke yang merasa sedikit tidak nyaman. Memang hal seperti ini tak biasa di Jepang, tapi bukan karena itu saja, ADA LULU, itu yang membuat Yusuke gelisah setengah mati, "Dia. Menggangguku," celoteh Arianne dengan memasang tampang cemberut, satu wajah lain yang Yusuke ketahui sekarang selain wajah datarnya. Arianne terlihat lucu, dan Yusuke tertawa kecil melihatnya, tapi cepat-cepat ia menghentikannya. Yusuke tersenyum tipis pada Arianne, “tidak, Phil tidak mungkin menganggumu, dia kan hanya ingin minta ma—“ belum selesai mengucap kata-katanyam Arianne menimpali soal sapu terbang dan pelajaran terbang pertama yang dilewatkannya dengan nada riang, seolah tak terjadi apa-apa barusan. Yusuke mengernyit, heran dnegan perubahan kepribadian Arianne yang begitu cepat. &lt;i&gt;Oh ya, sapu terbang, Arianne ingin meminjamnya,&lt;/i&gt; gumamnya menepuk dahinya, lalu memandang Arianne, “Oh, sayang sekali kau tak ikut pelajaran pertamamu. Tapi aku yakin kau pasti bisa hadir di pelajaran berikutnya.. memangnya kau sakit apa? Well, untuk masalah sapu terbang, baru saja aku mengirim suratnya (Yusuke meringis mengucapkan ini) jadi benar-benar baru akan sampai akhir bulan nanti,” ucap Yusuke lalu mengerling pada Ann yang menjelaskan kalau ia menangis bukan karena cemburu pada Arianne, itu karena ia menerima surat yang mengabari kalau bibinya meninggal. Yusuke menatap Ann memelas, dan tersenyum tipis, berusaha memasang wajah prihatin, “turut berduka cita, Ann.. Arianne, jangan terlalu cepat menuduh seseorang menangis karena apa. Kita harus bertanya dulu apa alasannya, mengerti? Itu bisa menyakiti perasaannya.” Yeah, Yusuke jadi seperti seorang guru berkata seperti ini. Tapi itu memang benar, ucapan Arianne soal cemburu dan menyatakan kalau ia tak bersalah membuat Ann menangis rasanya agak tak sopan dan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menoleh ke arah Phil yang sekarang berkata sesuatu, membuat Yusuke benar-benar merasa tidak enak padanya,&lt;br /&gt;“Baiklah, Miss. Terserah dirimu saja. Aku tidak akan mengganggumu lebih lanjut. Kelihatannya kau lebih nyaman berbicara dengan Yusuke daripada denganku…,” dan ia terdiam. Phil terdiam, seolah ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Yusuke melihat ada sedikit tampang sedih di wajahnya—Phil sedih? Tak mungkin, itu hanya perasaan Yusuke saja. Tapi tetap saja, ia benar-benar merasa tidak enak, seolah sudah merebut kesempatan Phil untuk menjelaskan permintaan maafnya yang membuat Arianne salah paham dan seolah hanya Yusuke saja yang bisa berteman dengan Arianne. Yusuke menelan ludah, “euh.. Phil, kurasa bukan begitu maksud Arianne..,” ya, pasti Arianne punya alasan tertentu kan, menganggap Phil menganggunya dan segala macam? Mungkin Arianne sedang sensitif. Atau mungkin Phil meminta maaf pada waktu yang kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke melihat Phil menarik tangan Lulu, mengisyaratkan supaya cepat-cepat pergi darisini. Kelihatan sekali kalau Phil sudah tak tahan ada disini, apakah karena anak-anak perempuan yang mengelilinginya, atau karena…Arianne? Lulu sempat menyindir Arianne, apakah permintaan maaf menganggu anak perempuan berambut cokelat ini, dan Arianne menatap tajam mereka—mungkin lebih tepat disebut galak. Tangan Arianne kini tak memeluk lengan lagi—malah mengenggam tangan Yusuke yang langsung terpaku sejenak. Belum pernah ada anak perempuan yang menggenggam tangannya kecuali kakaknya, dan Yusuke benar-benar panik sekarang. Terdengar Lulu berteriak dari kejauhan ketika ia dan Phil melangkah pergi, Lulu meleletkan lidahnya pada Arianne, "PHIL TIDAK SALAH, YUSUKEE!! JANGAN PERCAYA DIA!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Arianne? Kekesalannya memuncak, ia menanggapi teriakan dan kata-kata Lulu dengan teriakan lagi, tapi tangannya masih menggenggam tangan Yusuke, "KAU MENUDUH AKU BERBOHONG? KALAU BEGITU UNTUK APA DIA MENCAMPURI URUSANKU DAN MENARIK TANGANKU SAMPAI SAKIT? APA NAMANYA ITU KALAU BUKAN MENGGANGGU?" dan Yusuke terlonjak mendengar teriakan Arianne yang cukup keras. Ia berteriak pada Lulu.Oke, sekarang Yusuke jadi benar-benar tahu kalau Arianne tak suka urusannya dicampuri orang lain. Ia lebih suka menyelesaikannya sendiri, tapi rasanyaa dengan berteriak seperti ini malah membuat masalah runyam. Yeah, runyam. "DAN AKU BUKAN ANAK ASIA, AKU ORANG PRANCIS!" tambahnya lagi, masih berteriak. Yusuke menutup sebelah kupingnya sambil meringis, ia mendengar Ann meminta Arianne untuk tak berteriak lagi. Mengerti akan hal itu, cepat-cepat Yusuke mengenggam tangan Arianne dan menariknya, “sssst, Arianne!! Jangan berteriak!! Kau tahu, Ann sedang sedih dan ia butuh ketenangan!” omel Yusuke sambil meletakkan telunjuknya di depan mulut, mengisyaratkan menyuruh Arianne untuk diam. Itu benar, saat sedang sedih memang sangat perlu ketenangan dan Ann tampaknya mengambil langkah yang tepat untuk pergi dari sini. Ia memberikan sesuatu—Ricotta namanya, entah apa itu—pada Arianne dan buru-buru pergi dengan lasan ada sesuatu yang harus ia lakukan. Yusuke tersenyum tipis, tahu kalau kata-kata Ann barusan adalah penanda ia ingin sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menyadari kalau Arianne saat ini sedang memandangnya. Pandangan bertanya, tepatnya, "Kau percaya padaku kan, Yusuke?" tanyanya pelan. Yusuke sadar, tangan Arianne masih mengenggam—tidak, tepatnya, tangan Yusuke yang mengenggam tangan Arianne. Gelagapan, cepat-cepat dilepaskannya tangan Arianne perlahan, melepas genggamannya, sebisa mungkin membuat Arianne tak tersinggung. Ia menatap langit sejenak, berpikir, mengenai siapa yang harus ia percayai. Perkataan Lulu—tidak, perkataan Phil (tapi Lulu yang menjelaskan, bukan? Phil tak berkata apapun pada Yusuke. Dan ia tahu, Lulu berkata jujur karena Phil adalah sahabatnya.) atau perkataan Arianne? Ia tak mau memihak siapapun dalam hal ini karena Yusuke tahu betul, ini hanya salah paham kecil yang tidak ditanggapi dengan tenang. Jadi runyam karena semuanya panik. Yusuke menghela nafas, menatap Arianne dengan senyuman tipis lalu mengelus kepala anak perempuan itu pelan, yang lebih pendek beberapa senti dari Yusuke, “aku percaya padamu.. dan Phil,” ujar Yusuke lalu menurunkan tangannya dari kepala Arianne dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana sambil menatap langit lagi, ia sendiri tak tahu kenapa terus-terusan menatap langit musim gugur yang cerah itu. Mungkin karena Yusuke tak mau menatap mata Arianne yang terus memadanginya, membuatnya salah tingkah. Yeah, seperti saat Rei menatapnya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Arianne menanggapi kata-katanya, Yusuke berbicara lagi, “aku bicara begitu karena aku percaya pada kalian berdua. Aku tahu kalian jujur. Hanya saja, Phil tak berani berkata apapun karena terlalu banyak yang menyudutkannya. Aku kenal Phil sejak setahun lalu, dan memang itulah sifatnya. Tak suka disudutkan,” dan Yusuke menepuk pundak Arianne, membungkukkan badannya sedikit agar bisa melihat wajah Arianne yang mungkin saja kesal karena Yusuke bicara tak sesuai harapannya, “dan kau, Arianne, aku memang baru mengenalmu sebentar. Aku juga percaya padamu. Hakmu untuk marah jika kau memang merasa terganggu seperti yang kau katakan. Dan yang perlu kau ketahui, Phil tidak mengeroyokmu. Anak-anak perempuan tadi adalah penggemar—tidak, anak-anak yang naksir Phil. Itu semua hanya salah paham. Sekali lagi, SALAH PAHAM,“ lanjut Yusuke kemudian menepuk pelan kepala Arianne, dan menatap langit musim gugur lagi. Yeah, Yusuke tak akan memihak siapapun. Netral. Ia tak mau membuat dirinya dimusuhi Phil--atau siapapun. Cukuplah dengan dimusuhi teman-teman kakaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-9089118953232497390?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/9089118953232497390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=9089118953232497390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/9089118953232497390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/9089118953232497390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/04/when-green-becomes-brown-pt-3.html' title='When Green Becomes Brown (pt 3)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-6274311115985781961</id><published>2008-04-18T22:33:00.003+07:00</published><updated>2008-04-18T22:40:30.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aula Besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meja Gryffindor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Received the Letter</title><content type='html'>Yusuke menguap sambil berjalan memasuki Aula Besar. Musim dingin kali ini benar-benar menusuk--ya, tentu saja, musim dingin disini berbeda dengan musim dingin di Jepang. Pagi yang dingin. Ia menghembuskan nafasnya, yang berubah jadi uap dingin dan menggosok-gosokkan kedua tangannyayang terbungkus sarung tangan wol warna hitam. Hangat, tapi tetap saja terasa dingin. Seperti biasa digendongnya tas ransel warna hitam. Isinya bukan buku pelajaran--jelas karena ini hari libur--isinya berganti menjadi satu pak permen buah favoritnya, buku komik, botol air minum dan bola serta pemukul &lt;i&gt;baseball&lt;/i&gt;. Hari ini ia berencana untuk berlatih, lama tak mengayunkan pemukulnya. Akhir-akhir ini Yusuke cukup sibuk. Di kamar pun ia hanya mengayunkan pemukulnya saja, dan itu sangat tak leluasa. Apa artinya pukulan kosong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Aula Besar hanya sedikit anak yang ada. Meja Gryffindor sendiri tak terlalu penuh. Jelas, hari libur, dan sedikit orang saja yang bangun. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan liburnya untuk beristirahat penuh. Yusuke sendiri masih sedikit kelelahan karena semalam ia menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan essay--dan belum selesai lagi. Kesulitan masih melandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke duduk di kursi, terlihat sarapan tersedia lengkap di atas meja :roti panggang, dan aneka makanan lainnya. Peri-rumah begitu bekerja keras rupanya, banyak sekali jumlah makanannya. Ia teringat akan peristiwa di dapur saat mengumpulkan tikus untuk senior Mia dan meminta peri-rumah membantunya. Tak terbiasa dan sedikit kesulitan, lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicomotnya roti panggang (dengan tangan masih memakai sarung tangan wol) dan langsung dilahapnya, tanpa memakai olesan selai apapun. Diambilnya juga segelas susu cokelat hangat--pintar sekali peri-rumah membuatkan ini--dan ditenggaknya seraya mengunyah roti. Tidak sopan, namun apapedulinya, ini memang gaya makannya. Dicelupkannya roti panggang ke dalam susu--kesukaannya tiap kali sarapan roti--dan melahapanya. Untung saja sarapan yang disajikan masih mengepul asap tanda baru selesai dimasak langsung dihangatka, sehingga bisa dikatakan sedikit menghangatkan diri dari udara musim dingin. Lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara kepakan sayap disertai teriakan anak-anak, Yusuke mendongak ke atas dan melihat sekerumunan burung hantu berbagai warna memasuki Aula Besar dengan membawa barang berbagai ukuran di kakinya. Tampaknya pos pagi hari sudah tiba, dan sungguh Yusuke sangat menantikan dan berharap ada yang menghampirinya setiap kali pos burung hantu tiba. Ia sangat menantikan surat balasan dari Seiji, ataupun dari kakaknya. Itu saja, tapi sudah beberapa bulan berlalu tak kunjung datang juga surat dari mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke masih mendongak ke atas. Berharap. Beberapa burung hantu melayang rendah dan menjatuhkan barang yang dibawanya pada anak-anak di empat meja besar yang ada di aula, dan mereka senang menerimanya. Ia hanya menghel nafas, berpikir kalau kali ini takkan ada burung hantu untuknya. Namun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BRUUGHH!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah paket mendarat di Meja Gryffindor. Atau lebih tepatnya di di depan mmeja yang ditempati Yusuke. Paket itu sendiri cukup besar, seperti seukuran majalah namun setebal koper. Ia menoleh pada burung hantu yang menjatuhkan paket itu padanya, yang kini terbang menjauh dan keluar dari Aula, Yusuke menggumamkan terima kasih kemudian menatap paket yang ada di depannya. Tertulis sebuah pesan di atas paket itu (dan syukurlah ukran hurufnya cukup besar sehingga tak diperlukan kacamata, Yusuke kembali lupa membawa kacamata bacanya), dalam bahasa Jepang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--QuoteBegin--&gt;&lt;div class="postcolor"&gt;&lt;!--QuoteEEnd--&gt;&lt;blockquote&gt;Yucchan ni,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiji to Kaori neesan to Raphael kara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(aru mono ga kono pakkeeji no naka ni shiru tame ni sore o ake nasai!)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..dan di bawah itu ada satu pesan lagi, kini dalam Bahasa Inggris,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--QuoteBegin--&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk Yucchan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari Seiji, Kaori, dan Raphael.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Buka untuk mengetahui isi dari paket ini!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Barang ini dikirimkan ke Hogwarts. Jika tak sampai, mohon disampaikan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="postcolor"&gt;&lt;!--QuoteEEnd--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke memutar bola matanya setelah membaca pesan itu. &lt;i&gt;Tentu saja harus kubuka untuk mengetahui isinya, baka,&lt;/i&gt; gumamnya sambil tertawa kecil, dan ia langsung merobek bungkusan paket setelah melepaskan pesan yang tertempel di atasnya. Sejenak ia lupa kalau udara terasa dingin, dengan semangat dibukanya paket itu dan ia sedikit terkejut dengan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua lembar amplop berisi surat, sebuah album foto, dua pak permen buah favoritnya, &lt;i&gt;Shonen Sunday&lt;/i&gt; lima buku, sweater rajutan warna biru dan.. pemukul &lt;i&gt;Bludger&lt;/i&gt; yang tampak usang namun masih terawat baik. Untuk benda yang terakhir ini Yusuke sendiri tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibukanya amplop bertuliskan nama Seiji, dibacanya surat itu sambil mengunyah roti panggang yang ketiga--kali ini tak dicelup dengan susu--dengan sedikit menyipitkan mata karena tulisan Seiji lumayan kecil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Yucchan!&lt;br /&gt;Ogenki desuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gomennee, aku baru membalas suratmu. Terus terang aku juga menunggu surat dari kakakmu, dan itu butuh waktu lama--mengingat jarak Jepang yang jauh dari London. Musim dingin bisa menjadi sedikit penghalang juga bagi burung hantu, karena itu aku yakin surat balasanku ini tak akan cepat sampai padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genki desu. Kabarku baik-baik saja. Kau tahu, aku dipindahtugaskan ke London. Untung saja keluargaku menyetujuinya, walaupun aku harus meninggalkan orangtuaku di Jepang. Tapi apa mau dikata? Yah, istriku juga ikut pindah ke London dengan sedikit berat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakakmu dan Raphael baik-baik saja. Mereka mengirim surat juga padaku--disamping surat untukmu, tentu saja, dan mereka berharap kau akan kembali ke Jepang saat Natal nanti. Sepertinya agak sulit, namun mereka sangat mengharapkanmu. Atau minimal, kau tinggal di London bersamaku saat liburan Natal. Kata kakakmu itu lebih baik. Tapi semua terserah padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, menerima surat ini berarti benar kau sudah tiba dengan selamat. Baguslah! Jadi aku tak perlu khawatir lagi. Sayang sekali kau tidak menikmati pesta, tapi masih ada tahun berikutnya. Tenang saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gryffindor? Waw! Oiwai, Yucchan! Tak kusangka kau akan masuk asrama yang sama denganku. Sangat mengejutkan! Aku dan kakak-kakakmu (Raphael sudah menjadi kakak iparmu sekarang, 'kan?) sangat senang mengetahuinya. Gryffindor adalah asrama keberanian, dan menurut mereka kau cocok disitu mengingat kau sangat nekad. Betul, kan? Dan kurasa itulah alasan kenapa Topi Seleksi menempatkanmu disitu. Topi itu tak pernah salah, kau tahu. Omong-omong, bagaimana bunyi lirik yang dinyanyikan si Topi tahun ini? Beritahu aku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya pekerjaan sudah kembali memanggilku. Aku membalas suratmu di sela-sela pekerjaanku, harus kusempatkan atautak akan pernah tertulis sama sekali. Dan mengenai kau yang menulis di kandang burung hantu, aku juga pernah seperti itu, haha. Tapi aku lebih sering menulis surat di halam sekolah. Lebih tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, kurasa sampai disini dulu.&lt;br /&gt;Tegami no arigatou!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, dan kuharap kau juga membalas suratku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;temanmu,&lt;br /&gt;Seiji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Berikut aku lampirkan surat dari kakakmu dan beberapa titipan darinya. Cukup banyak! Kuberikan juga pemukul Bludger milik kakakku, dan ia setuju kalau kuberikan pada orang lain karena anak-anaknya tak tertarik pada Quidditch. Omong-omong, aku setuju kalau kau menjadi Beater! Atau setidaknya, bergabunglah dalam Tim Quidditch Gryffindor)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="postcolor"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke mengembangkan senyumnya membaca pesan Seiji yang terakhir. &lt;i&gt;Atau setidaknya, bergabunglah dalam Tim Quidditch Gryffindor&lt;/i&gt;. Pasti Seiji akan terkejut kalau tahu Yusuke telah tergabung dalam tim, walau hanya cadangam. Kejutan yang hebat. Ia hanya tersenyum-senyum sendiri sambil mengunyah rotinya, diputuskannya untuk menghabiskan sarapannya dulu baru beralih ke surat berikutnya. Ia tertawa sedikit tentang pertanyaan Seiji mengenai lirik lagu Topi Seleksi tahun ini dan berniat akan memberitahukan pada Seiji dalam surat berikutnya, walaupun tampaknya harus bertanya pada teman-temannya karena ia tak begitu ingat liriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dipandanginya pemukul &lt;i&gt;Bludger&lt;/i&gt; yang ada di dalam paket dengan masih mengembangkan senyumannya.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-6274311115985781961?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/6274311115985781961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=6274311115985781961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/6274311115985781961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/6274311115985781961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/04/received-letter.html' title='Received the Letter'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-8374907556419120331</id><published>2008-04-18T21:34:00.000+07:00</published><updated>2008-04-18T21:35:28.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Kedua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Halaman Hogwarts'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Gugur'/><title type='text'>When Green Becomes Brown (pt 2)</title><content type='html'>Yusuke terkekeh pelan melihat Ann sekarang sudah bergabung dengan kelompok yang ada di dekat pohon itu. Well, Yusuke tahu kalau Ann suka—bahkan CINTA pada Phil—dan tentu saja, melihat kejadian Ariann dan PHil seperti itu akan membuat Ann cemburu. Yeah, pastinya, dan tampaknya kejadian berikutnya bisa tertebak—akan ada adu mulut antar Ann dan anak perempuan pirang yang ada di dekatnya. Bagaimana dengan Arianne? Akankah ia ikut adu mulut juga? Ann pasti langsung menyerang Arianne macam-macam—sedikit banyak seperti Clara. Oh tidak, Clara lebih parah dari itu. Tapi dari kejadian yang ada di depan mata Yusuke ini., ia tahu kalau memiliki wajah tampan tak selamanya menyenangkan, apalagi jika dikerubuti fans yang lumayan ‘mengerikan’. &lt;i&gt;Malang sekali nasibmu, Phil!&lt;/i&gt; gumam Yusuke sambil tertawa kecil dan mengelus Jun yang mematuk tangannya. Yusuke meringis dan menatap jun, “haaaaii~ chotto matte nee! Sebentar lagi, Jun, kejadian selanjutnya akan semakin seru,” ucap Yusuke sambil melirik lagi ke tempat Phil dan anak perempuan yang mengerubunginya. Mungkin Yusuke terkesan tega, membiarkan Phil kewalahan dengan anak-anak itu, tapi rasanya ia ingin memberikan Phil sedikit pelajaran. Yeah, pelajaran, dan sebagai balasan kecil karena beberapa sifat Phil mulai menular pada Yusuke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HOOOI!! YUSUUUU!! SINIIIIH!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Siapa yang berteriak itu?&lt;/i&gt; ujar Yusuke kaget, ia menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan, mencari asal suara. Ia melirik ke tempat Phil, dan Yusuke melihat satu sosok tengah melabaikan tangannya dan masih memanggil-manggilnya. Dibetulkannya letak kacamatanya dan menyipitkan mata, ternyata Lulu, sedang duduk—atau bertengger—di atas pohon dengan seorang anak perempuan berambut gelombang pirang. Yusuke mengernyit, apa yang dilakukan mereka berdua di atas pohon itu? Yusuke nyengir lebar dan membalas lambaian Lulu pelan sambil meringis, tampaknya semua mata tertuju padanya. Gagal sudah rencananya untuk menonton Phil dan para ‘fans’-nya beradu mulut--atau bahkan belum. Well, tampaknya Yusuke harus menghampiri Lulu karena anak perempuan berponi itu memanggilnya. Tak ada jalan lain, walaupun sebenarnya ia malas jika masuk ke dalam kumpulan Phil dan para penggemarnya itu—kecuali Arianne tentunya. Malas ikut campur dan Phil akan membawa-bawa namanya mentang-mentang sesama laki-laki. Oh sudahlah, Yusuke akan pura-pura tak mendengar Phil jika itu sampai terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jun mematuk Yusuke lagi. &lt;i&gt;Oh iya, hampir saja aku lupa,&lt;/i&gt; gumam Yusuke sambil menepuk pelan kepalanya. Ia lupa tujuanya semula, mengirim surat pada Seiji. Diikatkannya surat yang telah digulung dan dimasukkan dalam plastik anti air di kaki Jun, memastikan telah terikat kencang lalu mengelus burung hantunya itu. Yusuke tersenyum lagi, lalu mengarahkan lengannya ke langit, “nah, Jun, terbanglah! Ingat alamat yang aku beritahukan padamu tadi, kan? Jangan sampai tersesat dan.. HEI!!” belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Jun telah mengepakkan sayapnya pergi dari tempoat bertenggernya di lengan Yusuke. Ia berdecak sebal karena burung hantunya itu tak mau mendengarkan. Memangnya segitu tidak sabarankah Jun ingin bebas? Atau mungkin saja dia begitu karena lapar dan ingin mencari makan. Ya, mungkin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditatapnya kepergian Jun yang makin lama makin menghilang dari pandangannya, lalu berjalan ke arah tempat Phil dan yang lainnya. Lulu sendiri masih bertengger di atas pohon, mungkin menurut anak berponi itu lebih menyenangkan duduk di atas sana dan bermain kembang api—yeah, kembang apai, Yusuke sekilas melihat percikan bunga api di sekitar situ. Sperti biasanya, Lulu selalu membawa kembang apinya. Yusuke melempar senyum pada Lulu, lalu memandangi anak-anak yang berkumpul di bawah pohon. Ia menoleh pada Arianne yang memasang wajah sedikit kesal, dan Yusuke tersenyum tipis melihat pertengkaran kecil yang ada di hadapannya, "Jadi ini alasan sebenarnya kau menarikku, eh? Supaya aku tidak pergi dan teman-temanmu datang dan bisa mengeroyokku?" ujar Arianne marah pada Phil. Yusuke mengernyit mendengarnya, mengeroyok? Apa-apaan itu? Dan berikutnya Arianne mengatakan kalau Phil pengecut. &lt;i&gt;Tunggu, apa sebenarnya yang sedang terjadi disini?&lt;/i&gt; gumam Yusuke kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Ann malah menantang Arianne, soal dikeroyok-apalah-itu, dan Ann menatap Arianne datar. Ah, inilah yang Yusuke tidak suka, perasaan ingin ikut campurnya muncul lagi. Sekarang Ann tampak sedang berbicara menyuruh si-anak-pirang di sebelahnya jujur soal ia cemburu pada Phil dan sejenisnya, entahlah, tapi dari kata-kata Ann Yusuke tahu kalau Ann-lah yang sebenarnya cemburu. Yusuke tersenyum tipis, memutuskan untuk diam dulu sebentar karena Lulu kini sedang menegur Phil. Well, teguran dari teman kecilnya. Yusuke tersenyum tipis, “sedang kerepotan, eh, Phil?” ujar Yusuke dengan nada bercanda—mungkin di telinga Phil seperti nada mengejek, ”memang susah kalau punya banyak penggemar.. Arianne, Kamisama, ada apa dengan soal keroyok-mengeroyok itu?” tanya Yusuke penasaran, akhirnya memutuskan untuk bicara. Tapi dalam hati ia berharap Phil tak ikut menariknya masuk dalam masalah yang dialaminya dengan anak-perempuan-para-penggemarnya ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-8374907556419120331?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/8374907556419120331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=8374907556419120331' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/8374907556419120331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/8374907556419120331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/04/when-green-becomes-brown-pt-2.html' title='When Green Becomes Brown (pt 2)'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-64667758314090166</id><published>2008-04-18T14:02:00.000+07:00</published><updated>2008-04-18T14:03:10.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Kedua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Halaman Hogwarts'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Gugur'/><title type='text'>When Green Becomes Brown</title><content type='html'>“Baiklah Jun, kuharap kau tidak mengecewakanku hari ini,” ujar Yusuke pelan sambil mengelus burung hantu cokelatnya, yang tengah bertengger di lengan kirinya. Jun beruhu pelan seakan mengiyakan kata-katanya. Hari ini Yusuke berniat untuk melatih Jun terbang di halaman. Oke, mungkin bukan terbang, lebih tepatnya mengantarkan barang—ke London. Hanya surat berisi permintaa Yusuke pada Seiji untuk mengirimkan sapu terbang Nimbus 1970-nya yang tertinggal. Yeah, tertinggal dengan sukses dan bodohnya Yusuke sama sekali tidak sadar akan hal itu. Benar-benar bodoh. Bagaimana bisa ia melupakan sapu terbang pertamanya itu? Selama liburan, Yusuke berlatih diam-diam dengan sapu terbangny tersebut—di dalam rumah, yang membuat Seiji dan Kanna panik setengah mati karena takut barang-barang yang ada di rumah pecah. Well, tampaknya naik sapu terbang lebih berbahaya daripada bermain &lt;i&gt;baseball&lt;/i&gt; di dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia juga menitipkan surat untuk dikirim ke Jepang—untuk kakaknya dan Shuichi. Yeah, Shuichi, yang sudah hampir setahun Yusuke tak tahu kabarnya. Rasanya percuma menunggu Shuichi mengirim surat untuknya, sia-sia belaka. Lebih baik Yusuke yang mengirimkanya duluan dariapada bosan menunggu dan penasaran dengan keadaan sahabatnya itu. Sahabat? Pantaskah ia disebut sahabat lagi? Tidak, lebih teptnya—pantaskah Yusuke dikatakan sebagai sahabat Shuichi lagi? Mengingat ia tak memberi kabar apapun pada Shuichi, itu bukanlah perilaku sahabat yang baik. Yeah, Yusuke adalah sahabat yang buruk Tapi sebenarnya ia lebih heran lagi dengan Kaori—kenapa ia tak mengatakan papaun tentang teman-temannya di Jepang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menghela nafas, lelah rasanya terus berpikir dan terus bertanya. Ia harus mendapatkan jawabannya. Sekarang Yusuke sudah berada di halaman, matanya melihat beberapa anak tengah asyik bermain dengan teman-temannya. Tampaknya hari ini memang semuanya terlihat agak santai, dan tampaknya keputusan Yusuke cukup tepat untuk melatih Jun dari sini. Ia tak mau melepaskannya dari kandang burung hantu, bisa fatal akibatnya kalau Jun ngambek tak mau terbang karena ingin berada di antara teman-teman burung hantunya—yeah, yang benar saja. Yusuke melirik burng hantunya yang mengepakkan sayap pelan, seperti minta ingin cepat-cepat turun—atau terbang meninggalkan Yusuke yang menganggu tidur rutinnya di kandang burung hantu. Dielusnya lagi Jun dan berjalan menyusuri rerumputan yang menguning, mencari tempat yang cocok untuk melepaskan Jun di daerah sekitar halaman. Ketika matanya menyusuri daerah sekitar situ, ia menangkap beberapa sosok yang tengah berkumpul di sekitar situ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arianne. Phil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan posisi mereka berdua.. sangat berdekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menatap sinis Phil. Apalagi yang dilakukan anak itu? Menggoda perempuan lagi, eh? Dan kali ini ia mencoba menggoda Arianne. Oke, mungkin bukan menggoda—merayu atau memaksa Arianne, lebih tepatnya—jika dilihat dari posisi mereka berdua sekarang. Phil menarik Arianne untuk lebih dekat dengannya—jelas sekali adalah satu langkah untuk merayu anak perempuan. Saat itu pula seorang anak perempuan berambut pirang menghampiri mereka, dan tampak berbicara sesuatu pada Phil. Arianne sendiri menjauh dari Phil. Yusuke memperhatikan anak-anak itu dari jauh, menunggu kejadian selanjutnya, sepertinya bakal menarik. Ia lebih menunggu pada reaksi Arianne selanjutnya, karena saat ia bertemu dengan Phil saja bicara dengan nada berbeda daripada saat ia bicara dengan Yusuke. Akankah Ariane juga terpikat pada Phil? Well, semoga saja tidak. Yusuke tahu Arianne tak akan semudah itu terpesona pada Phil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kenapa aku begitu yakin kalau Arianne tak akan tertarik pada Phil? Baka nee, Yucchan, Phil itu idola sekolah, tak mungkin tak ada yang tertarik akan ketampanannya,&lt;/i&gt; batin Yusuke dalam hati, sambil mengelus Jun perlahan, berniat untuk berdiri tak jauh dari sana, memperhatikan si-anak-perempuan-rambut-pirang yang wajahnya kelihatan sebal pada Phil—atau pada Arianne. Yusuke tersenyum lebar melihat Phil dimarahi lagi oleh perempuan—hal yang paling disukainya jika anak laki-laki itu mulai merayu perempuan lagi. Tapi Yusuke terus terang tak suka melihat posisi Arianne dan Phil barusan, membuatnya sebal saja. Mungkin sama sebalnya dengan si-anak-rambut-pirang-panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke memutuskan tidak akan mendekati anak-anak itu. DIlihat dari situasinya saja sudah jelas, akan terjadi pertengkara kecil disana. Yusuke tertawa kecil sambil mengelus burung hantunya, yang beruhu lagi, “Tampaknya sebentar lagi ada kejadian seru, Jun.. dan aku akan melepaskanmu nanti setelah ini. Bersabarlah,” ujar Yusuke pelan ketika mendengar uhu Jun yang sepertinya semakin keras saja minta dilepaskan pemiliknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-64667758314090166?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/64667758314090166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=64667758314090166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/64667758314090166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/64667758314090166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/04/when-green-becomes-brown.html' title='When Green Becomes Brown'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-2754575818546599786</id><published>2008-04-18T13:20:00.002+07:00</published><updated>2008-04-18T14:04:14.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Kedua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelas Ramuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Gugur'/><title type='text'>[Ramuan Pengempis] Yang Besar jadi Kecil</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(177, 12, 39);"&gt;&lt;b&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(177, 12, 39);"&gt;&lt;b&gt;Yusuke Sawada - Gryffindor&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dibawa:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuali&lt;/b&gt; -- er, kualiku bolong, Yusuke..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jamur LingZhi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jamur LingZhi, kau tahu? Coba baca di perpustakaan, Buku 100 Tanaman Obat China Paling Mujarab.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menggarukkan kepalanya membaca perkamen kecil yang dikirimkan Stan beberapa hari lalu lewat kucingnya (Yeah, kucing, mungkin karena anak ini tak punya burung hantu. Tapi kenapa harus repot-repot, sih? Stan dan Yusuke kan satu asrama). Topi kupluk hitam yang dipakainya sampai turun ke wajah beberapa senti, dan cepat-cepat ia betulkan, memakaikannya kembali lalu membalik perkamen yang dipegangnya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bawa bahan-bahan lain yang kalian anggap berguna. Kutunggu di halaman sekolah hari minggu pukul 08.00 pagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stanley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Yusuke menggulung perkamennya yang berisi bahan-bahan yang harus dibawanya untuk membuat Ramuan Pengempis, dan memasukkannya ke dalam saku celananya. Sekarang sudah hari Minggu. Lalu bagaimana dengan bahan-bahan yang diminta Stan? Well, Yusuke sudah mengecek kualinya yang masih dalam keadaan baik, dalam hati ia sedikit heran, bagaimana bisa kuali Stan bolong? Sepertinya itu patut dipertanyakan padanya nanti. Mengenai Jamur LingZhi, Yusuke sudah membaca buku yang Stan sarankan--dan hasilnya? Ia hampir stress setengah mati mencarinya. Yeah, ia sampai berkeliling Hogwarts untuk mencari jamur itu sampai ke daerah perbatasan hutan terlarang, dan 'nyaris' tertangkap Flich—si penjaga sekolah buruk rupa. Dan bodohnya, ia tak kepikiran untuk mencarinya ke rumah kaca—dengan segala tumbuhan yang ada disana, masa sih tak ada jamur? Lagipula ini musim gugur, musim dimana banyak jamur mulai tumbuh dengan begitu banyak dan bertebaran dimana-mana.. Oh yeah, itu di Jepang, lalu bagaimana dengan di sini? Selama Yusuke mencari, yang ia temukan hanya jamur payung biasa. Sebenarnya ia yang salah tempat mencari, tak mungkin ada Jamur LingZhi di pekarangan Hogwarts dan Hutan Terlarang—tapi siapa tahu jamur itu ada di dalam sana. Yusuke tak mau mencari resiko masuk ke daerah terlarang itu. Cukup dengan kejadian di Knockturn Alley tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke melangkah keluar dari rumah kaca. Yeah, rumah kaca, tempat terakhir ia harus mencari Jamur LingZhi, dan syukurlah ia dapat. Entah apa yang dipikirkan oleh si penjaga rumah kaca ketika melihat Yusuke yang meloncat kegirangan ketika menemukan jamur yang dicari-carinya itu dan langsung memohon hingga berlutut padanya—membuat si penjaga tergelak dengan sukses. Sekarang di tangannya sudah ada sekantung Jamur LingZhi, yang dengan senang hati diberikan si penjaga (tapi ia menginterogasi terlebih dahulu dnegan menanyakan segala macam pada Yusuke, katanya sebagai data laporan untuk Profesor Sprout) karena memang sedang panen besar minggu ini. Baguslah, jadi Yusuke tak perlu cemas kalau persediaan Jamur LingZhi di rumah kaca akan habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru berjalan beberapa langkah, Yusuke sekilas melihat ada tumbuhan lain di rumah kaca sebelah—besar, dan kira-kira setinggi dirinya. Tak terlalu jelas, karena terlihat samar dari luar. Penasaran, ia membelokkan arah untuk masuk ke rumah kaca sebelah. Dilongokkannya kepala, dan terkejut melihat hamparan Bunga Matahari—yang ternyata lebih tinggi darinya, mungkin setinggi orang dewasa—seperempatnya dalam keadaan layu. Well, tampaknya wajar, karena memang di musim gugur awan sering menutupi cahaya matahari sehingga agak sulit bagi Bunga Matahari untuk tumbuh. Pertumbuhan bunga raksasa ini mencapai puncaknya pada saat musim panas, dan Yusuke ingat saat masih di Jepang, ia dan teman-temannya pernah pergi ke luar kota dan menemukan hamparan ladang Bunga Matahari yang luas, ternyata milik sebuah pertanian. Konon katanya Bunga Matahari punya banyak kegunaan, dari segi pangan maupun sebagai tanaman hias..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tunggu. Kalau tidak salah, Bunga Matahari punya kegunaan sebagai pengental.. mungkin berguna untuk ramuan pengempis nanti&lt;/span&gt;, gumam Yusuke lalu menatap bunga-bunga yang ada di depannya, berharap sisa panen Bunga Matahari masih disimpan oleh Profesor Sprout atau si penjaga rumah kaca. Cepat-cepat ie berbailk dan kembali ke rumah kaca sebelah dimana si penjaga rumah kaca berada. Benar, penjaga itu masih ada dan tengah memanen jamur jenis lainnya. Yusuke menghampiri pria-tua itu,&lt;br /&gt;“Eng,, Sir, maaf, apakah bunga matahari yang ada di rumah kaca sebelah sudah selesai dipanen? Sepertinya aku membutuhkan minyaknya untuk ramuanku nanti,” ujar Yusuke sambil menatap penuh harap, semoga si penjaga mengabulkan permohonannya ini dan menganggapnya tidak banyak minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria-tua itu tersenyum ,“well.. Bunga Mataharinya memang telah kami panen, dan mengenai hasil panennya..,” pria tua itu mengeluarkan tongkatnya dan mengayunkannya, dalam sekejap dua botol kecil telah ada di tangannya. Mungkin menggunakan mantra &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Accio&lt;/span&gt; yang biasa digunakan Seiji, tapi pria ini mengucapkannya non-verbal. Diserahkannya dua botol berisi cairan menggumpal seperti minyak pada Yusuke, sambil tersenyum lagi, “...kau beruntung, Nak! Hasil panennya masih kami simpan, tentu saja. Dan yang ada di tanganmu itu minyak Bunga Matahari yang telah kami olah. Pergunakan dengan baik, ” kata si penjaga-tua itu, menepuk pelan pundak Yusuke. Segera saja Yusuke tersenyum sumringahdan membungkuk rendah, mengucap terima kasihnya berkali-kali, “terima kasih banyak, Sir! Terima kasih!” ucap Yusuke lalu berlari meninggalkan rumah kaca setelah melambai pamit pada si penjaga rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke melirik jam tangannya. Sudah lewat sepuluh menit dari perjanjian. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamisama, semoga aku tak terlambat!&lt;/span&gt; ujar Yusuke panik dalam hati, mempercepat langkahnya meninggalkan rumah kaca menuju halaman sekolah. Dimasukkannya botol-botol minyak dan kantung Jamur LingZhi itu ke dalam ransel yang ia bawa dengan terburu-buru, sehingga menumpuk begitu saja tercampur dengan alat-alat tulis serta kuali dan pisau kecilnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudahlah, toh nanti juga akan dikeluarkan lagi apa yang ada di dalam tas ransel ini, yang penting sekarang aku harus cepat sampai di halaman.. Stan bisa marah kalau ada yang telat, dia kan termasuk disiplin!&lt;/span&gt; gumam Yusuke panik lagi dalam hati, dan semakin mempercepat langkahnya hingga ia kini telah sampai di dekat halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya mencari-cari sosok Stan, entah kenapa halaman sekolah jadi agak ramai padahal hari ini hari libur. Akhirnya Yusuke menemukan sosok Stan di sana, dan segera berlari menghampiri Stan dengan lambaian tangan menyapanya. Yusuke ngosngosan, ia berhenti berlari dan kini sudah ada di depan Stan. Well, dengan berlari seperti ini ia jadi lupa udara musim gugur yang mulai mendingin. Yusuke berdiri dan memandang Stan sambil nyengir lebar, dan mangangkat tangannya seperti ingin mengajukan pertanyaan di kelas-kelas, “Yusuke Sawada, Gryffindor, telah hadir! Gomen nee. Maaf aku terlambat, hanya sepuluh menit, kan?” ujar Yusuke nyengir lagi dan melirik jam tangannya. Bukan sepuluh menit, malah dua belas menit. Ternyata jarak rumah kaca dan halaman jauh juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke baru sadar kalau hanya ada Stan disini. Matanya mencari-cari teman sekelompoknya yang lain, ternyata mereka datang lebih terlambat dari Yusuke. Dikeluarkannya kuali, kantung berisi Jamur LingZhi dan botol isi Minyak Bunga Matahari sambil bertanya pada Stan, “yang lain belum datang, eh? Well, ternyata tidak hanya aku yang terlambat datang. Ini bahan yang kau minta untuk dibawakan (sambil menyerahkan yang ada di tangannya), tapi aku heran.. bagaimana bisa kualimu sampai bolong?” tanya Yusuke penasaran. Hanya ada beberapa kemungkinan kuali bisa bocor, dan ia yakin kalau kuali bisa bocor kalau membuat ramuan berbahaya—tapi mustahil untuk Stan. Well, tak ada yang mustahil untuk anak pintar seperti Stan, Yusuke tahu itu.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-2754575818546599786?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/2754575818546599786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=2754575818546599786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/2754575818546599786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/2754575818546599786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/04/yusuke-sawada-gryffindor-yang-harus.html' title='[Ramuan Pengempis] Yang Besar jadi Kecil'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-4078969445736411924</id><published>2008-04-18T12:25:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T23:19:13.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Owlery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Sent the FIRST Letter</title><content type='html'>Yusuke terengah-engah, ia terduduk lemas di dalam kandang burung. Tangannya memegang sangkar burung Jun, yang tampak antusias melihat teman-teman sejenisnya. Oh ya, tentu saja, karena ini kandang burung hantu. Yusuke mengelap keringatnya, berdiri dan meletakkan sangkar burungnya di dekat sederet kandang yang berisi burung hantu tengah bertengger. Beberapa diantaranya tengah beruhu-uhu, keras maupun kecil, dan di kandang yang lain beberapa burung hantu tampak beterbangan keluar, hendak menjalani malamnya untuk mencari makan. Yusuke baru ingat, Jun belum diberinya makan. Cepat-cepat ia mengacak-acak ranselnya, mencari makanan burung hantu dan membuka bungkusnya, lalu menumpahkannya sedikit di tangannya. Kemudian Yusuke menyodorkannya ke Jun yang masih di dalam sangkar burung, dan tanpa ragu Jun langsung mematuk pelan tangan Yusuke, memakan apa yang ada di tangan pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menunggu Jun menikmati makanannya sampai habis, lalu menumpahkan sisa makanannya ke mangkuk kecil yang ada di dalam sangkar Jun. Ia kemudian mengacak-ngacak lagi tasnya, mengambil pulpen dan kertas. Untuk mengirim surat rasanya tak apa menggunakan ini, walaupun mulai sekarang ia harus terbiasa menggunakan tinta dan pena bulu serta perkamen dalam kegiatan hariannya di Hogwarts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cekatan Yusuke menulis surat yang ditujukan untuk Seiji serta kakaknya, sedikit-sedikit ia berhenti untuk berpikir sambil menatap burung-burung hantu yang ada di sekelilingnya, sekedar mencari inspirasi untuk isi suratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menulis, Yusuke membacanya satu persatu-total ada dua surat yang akan dikirimkan via burung hantu. Sepertinya Yusuke juga harus membiasakan diri menggunakan burung hantu selain via pos yang biasa digunakannya, untung saja Seiji sedang ada urusan sehingga akan ada di London sekitar dua bulan, tampaknya berhubungan dengan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--QuoteBegin--&gt;&lt;div class="postcolor"&gt;&lt;!--QuoteEEnd--&gt;&lt;blockquote&gt;Hai Seiji!&lt;br /&gt;Ogenki desuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengirim surat ini untuk menyampaikan bahwa perjalananku dengan Hogwarts Express sangat menyenangkan, sekaligus sebagai bukti kalau aku tiba dengan selamat di Hogwarts, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta tahun ajaran baru tak seperti di Jepang, disini lebih menyenangkan! Yah, tapi ternyata maagku kambuh dan tidak bisa terlalu menikmati pesta sehingga aku harus ke Ruang Penyembuhan. Sial..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, omong-omong, tahukah kau Topi Seleksi menempatkanku di asrama mana? GRYFFINDOR! Ya, asrama yang sama denganmu. Sungguh menyenangkan, berarti aku bisa bertanya banyak padamu mengenai asramaku, hahaha! Anak-anak seangkatanku di Gryff juga rata-rata semuanya sudah kukenal dengan baik, jadi tinggal adaptasi saja selanjutnya. Kurasa tidak akan sulit. Tapi kau tahu, aku benar-benar terkejut ditempatkan di Gryff. Apa yang dilihat Topi Seleksi dari diriku? Hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin seiring dengan waktu aku akan tahu perlahan. Biar nanti&lt;br /&gt;kucari tahu sendiri. Sekarang tampaknya malam semakin larut, dan aku menulis surat ini tepat setelah Pesta Awal Tahun selesai. Kau tahu aku menulisnya dimana? KANDANG BURUNG HANTU!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Baru kali ini aku melihat burung hantu sebanyak ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh well, kuharap kau akan baik-baik saja dengan pekerjaanmu. Sampaikan salam untuk neesan dan Raphael. Sayang sekali kita tak bisa hadir di pernikahan mereka. Baiklah, sampai jumpa di surat berikutnya! Kuharap kau membalas suratku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;Yucchan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(PS: Berikut ini aku lampirkan surat yang harus kau kirimkan ke Jepang untuk Kaori neesan dan Raphael. Kau tahu kan, mustahil rasanya seekor burung hantu menempuh perjalanan sejauh itu. Dan untuk Jun, aku masih tak yakin dengannya. Kau tahu sendiri ia suka sekali tidur di siang hari, jadi aku putuskan untuk memakai burung hantu lain saja kali ini. Jun perlu dilatih!)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan suratnya, Yusuke memasukkannya ke dalam amplop yang cukup besar, kemudian menggulungnya. Ia berdiri dari duduknya, sebelumnya membereskan alat-alat tulisnya dan memasukkannya ke dalam ranselnya. Dibawanya serta sangkar burung Jun dan Yusuke membuka pintunya, lalu mempersilahkan Jun untuk keluar dan bertengger di pergelangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang burung hantu segera bertengger di pergelangan Yusuke, mematuk pelan tangannya. Yusuke mengelus burung hantunya dan meletakkannya di pinggir jendela yang mengarah ke langit luas. Jun bergerak turun dari pergelangan Yusuke, mengepakkan sayapnya dan beruhu-uhu kecil. Yusuke tersenyum menatap Jun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istirahatlah Jun," ujar Yusuke sembari mengelus bulu lembut warna cokelat burung hantunya, "ini tempat yang cocok untukmu. Kau bisa keluar-masuk sesukamu dan tak akan ada di sangkar itu lagi. Oh, kecuali saat kita pulang ke Jepang tentunya," kata Yusuke sambil tersenyum kecil. Jun masih beruhu-uhu, seperti menanggapi perkataan pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke tersenyum lagi. Kali ini ia menatap langit yang dipenuhi bintang, "Jepang itu sangat menyenangkan, kau tahu. Disana tempatku lahir, dan kurasa kau akan senang disana. Mungkin agak sedikit merepotkan karena aku tinggal di daerah kota," kata Yusuke sambil memandangi Jun, "tapi nanti akan kita cari cara supaya kau bisa bebas disana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menjauh dari Jun, memandangi burung hantu lain yang ada di dalam kandang, memilih-milih burung hantu yang cocok untuk terbang ke London--tak mungkin menggunakan Jun karena belum terlatih--dan akhirnya&lt;br /&gt;matanya terhenti pada sosok burung hantu abu-abu besar yang tengah melototi Yusuke. Sedikit menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengelus burung hantu itu, lalu memberikan surat yang ada di tangannya pada burung hantu itu, "Baiklah, aku ingin kau mengirimkan surat ini pada Seiji yang ada di London. Mengerti?" burung hantu itu pun beruhu seolah mengiyakan perkataannya. Kemudian Yusuke menaruh burung hantu itu di pergelangannya--kini burung itu bertengger--dan membawanya ke jendela, mengikatkan suratnya di kaki burung hantu itu, lalu burung tersebut pun terbang ke angkasa menuju London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menatap burung itu hingga hilang dari pandangan, kemudian ia menguap. Sudah mulai ngantuk. Yusuke menghampiri Jun dan mengelus bulunya, "aku tidur dulu ya Jun. Baik-baiklah disini. Besok malam aku akan kemari lagi, tapi kuharap kau &lt;b&gt;&lt;u&gt;TIDAK TERTIDUR&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; di pagi hari. Aku ingin melatihmu!" ujar Yusuke sambil memelototi Jun, dan burung itu hanya beruhu saja. Yusuke menghela nafasnya, kemudian mengambil tas ranselnya dan mengendongnya, kemudian berjalan keluar kandang setelah melambaikan tangannya pada burung-burung di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oyasuminasai," ucapnya pada burung-burung itu, dan segera ia keluar dari situ sambil menguap lebar, berjalan kembali menuju asrama Gryffindor. Ia benar-benar lelah dan sekarang hanya terbayang kasur empuk di pikirannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-4078969445736411924?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/4078969445736411924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=4078969445736411924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/4078969445736411924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/4078969445736411924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/04/sent-first-letter.html' title='Sent the FIRST Letter'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1372828510305559262.post-977235383053429161</id><published>2008-04-18T12:00:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T23:18:20.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aula Besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meja Gryffindor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Term 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Pertama'/><title type='text'>Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974</title><content type='html'>Yusuke berdebar-debar, ia masih menutup matanya..tegang, keringat bercucuran, sementara si Topi Seleksi menggumam-gumamkan sesuatu, mempertimbangkan asrama apa yang akan dimasukinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"GRYFFINDOR!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topi itu berteriak, dan dari Meja Gryffindor terdengar gemuruh tepuk tangan riang menanggapi teriakan si Topi Seleksi. Yusuke kaget ketika mendengarnya dan ia pun membuka matanya. Ia memasang telinga baik-baik, menangkap apa yang didengarnya barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gryffindor? Apa aku tak salah dengar?! tanya Yusuke dalam hati. Ia memegang telinganya dan mengerjapkan matanya setelah Topi Seleksi diturunkan dari kepalanya. Yusuke masih terkaget-kaget, tampak tidak percaya dia bisa masuk asrama Gryffindor. Ia menepuk pipinya, mencubit pipinya, untuk membuktikan yang didengarnya tadi sungguhan. Tapi melihat gemuruh tepuk tangan di Meja Gryffindor, Yusuke yakin kalau teriakan si Topi Seleksi adalah untuk dirinya yang dinyatakan masuk asrama Gryffindor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gryffindor?! WOW!! Kamisama, arigato!! Aku memasuki asrama yang sama dengan Seiji, jerit Yusuke gembira dalam hati. Kini ia berjalan semakin mendekati Meja Gryffindor, dimana para penghuni meja itu bertepuk tangan keras dengan kedatangannya, sama seperti anak-anak tahun pertama yang telah lebih dulu diseleksi dan duduk di meja ini. Tepuk tangan itu merupakan sambutan. Yusuke mendongak ke atas, terlihat bayang-bayang keperakan tengah melayang dan ikut bertepuk tangan menyambut kedantang para murid baru, badannya tembus pandang dan memakai baju zaman pertengahan. Yusuke melongo memandangi sosok yang melayang itu, meyakinkan dirinya kalau itu bukan hantu, tapi ternyata sosok itu benar-benar hantu. Baru kali ini Yusuke melihat hantu sedekat ini, sebelumnya tidak. Untung saja ia tak terlalu penakut, dan tidak langsung lari melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke mengingat-ingat, Seiji pernah menceritakan mengenai hantu asrama yang bernama Sir Nicholas, dan anak-anak biasa memanggilnya Nick si-kepala-nyaris-putus. Yha, tampaknya julukan yang tepat karena saat ini hantu itu tengah membetulkan letak kepalanya. Ouch, pasti menyakitkan, ujar Yusuke sambil memegangi lehernya, reflek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke kemudian kembali memasang senyum bahagia, dengan membusungkan dada ia berjalan menyusuri Meja Gryffindor, masih diikuti gemuruh tepuk tangan dari meja tersebut. Yusuke mendekati salah satu bangku yang kosong dan duduk di situ, senyum masih terpasang di wajahnya. Seiringan dengan itu, tepuk tangan perlahan berhenti, dan semua mata tertuju pada murid selanjutnya. Yusuke memandangi meja di depannya, menoleh ke samping-sampingnya, mencari wajah-wajah yang dikenalnya di asrama Gryffindor. Benar saja, ia melihat Arc, Andrea, Rei, Phil, Marshall, dan Vionna. Yusuke tersenyum senang, segera ia melambaikan tangan pada mereka semua ndengan ceria, tapi tak terlalu tinggi tentunya. Ia memasang cengiran lebar, dalam hati ia bersyukur setidaknya sudah mengenal beberapa anak yang akan menjadi teman seangkatannya selama tujuh tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke menoleh, memandangi si Topi Seleksi yang tengah menyeleksi anak-anak lainnya. Tiap nama asrama disebutkan, dan meja asrama yang disebut langsung diliputi gemuruh tepuk tangan, menyambut murid baru itu. Yusuke memperhatikan mereka satu persatu, tampak beberapa wajah yang dikenalnya--Stan si pemain biola yang pernah mengusir Yusuke, Joshua si anak laki-laki di kejadian kembang api Lorainne di halaman Hogwarts, Selsia si anak perempuan berambut pirang yang pernah mengumbar senyum jahil pada Yusuke di Toko Tongkat, Kevin yang pernah bermain Baseball bersama Yusuke di Leaky Cauldron, dan Lorainne si anak kembang api--begitu Yusuke memutuskan untukm menjulukinya--yang disadari Yusuke tak terpisahkan dengan Phil. Mereka berdua memang selalu terlihat bersama dan tak terpisahkan, sehingga rasanya wajar jikasatu asrama. Sementara si-anak-perempuan-rambut-gosong dan yang pernah menampar Yusuke dulu masuk ke Slytherin. Baguslah, cocok untuknya, cibir Yusuke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang sekali rasanya begitu tahu wajah-wajah familiar tersebut satu asrama dengannya, namun Yusuke sedikit kecewa karena Haruhi tak satu asrama dengannya. Padahal ia ingin mengenal Haruhi lebih dekat, masih ada rasa penasaran di hati Yusuke mengenai anak itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia merasa perutnya mulai berbunyi, rupanya kelaparan. Sambil meringis ia memegangi perutnya--maagnya ternyata mulai kambuh dan rasanya sangat sakit--cepat-cepat Yusuke merogoh saku celananya, kalau tidak salah ingat ia sempat menyimpan obat sakit maag disana. Ia merogoh-rogoh, tapi ternyata obat itu tak ada, hilang entah kemana. Saku celananya kosong melompong, tak ada apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panik, Yusuke merogoh saku yang lain, kemudian lama-lama merogoh saku kemejanya, dan hasilnya nihil. Obat maagnya tidak ada dimana-mana! Kini Yusuke memasang tampang pucat, sakit perutnya tak tertahan lagi--seandainya ada seseorang yang membawa makanan kecil--apapun! Yusuke memandangi piring kosong di depannya, yang tampaknya tak akan terisi sebelum seleksi selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuke terus memegangi perutnya, menyenderkan kepalanya di atas meja, meringis kesakitan. Ia berharap ada yang mau menawarkannya sesuatu.. obat maupun makanan kecil untuk sekedar mengganjal perut..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1372828510305559262-977235383053429161?l=yucchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yucchan.blogspot.com/feeds/977235383053429161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1372828510305559262&amp;postID=977235383053429161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/977235383053429161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1372828510305559262/posts/default/977235383053429161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yucchan.blogspot.com/2008/05/pesta-awal-tahun-ajaran-19731974.html' title='Pesta Awal Tahun Ajaran - 1973/1974'/><author><name>Drabble</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mjpc_b5ckZ0/TttqdX7XnjI/AAAAAAAAALs/tJ7X8RgE_nA/s220/43-letterD-q75-348x356.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
